• Selasa, 16 Agustus 2022

Bahaya Kebiasaan Minum Obat Tidur, Parasomnia, Penyakit Paru Kronis, dan Anafilaksis

- Jumat, 27 Mei 2022 | 15:00 WIB
Kebiasaan minum obat tidur bisa berbahaya bagi kesehatan
Kebiasaan minum obat tidur bisa berbahaya bagi kesehatan

Selain itu, obat tidur juga dapat mengganggu pernapasan dan berbahaya bagi penderita masalah paru-paru kronis, seperti asma, emfisema, atau penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Dalam jangka panjang, penggunaan obat tidur bisa berbahaya, terutama jika tidak sesuai dosis pemakaian yang tepat. Bahaya yang ditimbulkan antara lain Parasomnia, yakni gangguan atau masalah perilaku yang muncul saat seseorang sedang tidur. Penderita parasomnia bisa mengalami tidur berjalan atau sleepwalking.

Obat tidur juga kerap memicu alergi, seperti kulit terasa gatal serta muncul bentol dan ruam. Selain itu juga mual, sakit perut, sesak nafas, jantung berdebar, dan nyeri dada. Gejaka alergi yang lain adalah penglihatan kabur, sakit tenggorokan, sulit menelan, pusing hingga pingsan.

Obat tidur juga berisiko memicu alergi berat atau anafilaksis. Jika mengalami kondisi tersebut, segera hentikan pemakaian obat tidur dan konsulatasikan dengan dokter guna mencegah kondisi yang lebih buruk.

Efek negatif yang paling sering terjadi adalah adiksi atau ketergantungan. Obat tidur sejatinya hanya untuk jangka pendek. Setelah keluhan sulit tidur teratasi sebaiknya segera hentikan penggunaan obat tidur. Jika dikonsumsi terus-terusan penggunaan obat tidur justru berakibat ketergantungan atau kecanduan.

Orang yang mengalami kecanduan obat tidur bisa mengalami gejala, seperti pusing,  vertigo, sulit fokus, perubahan mood yang ekstrem, dan nafsu makan turun. Selain itu kecanduan obat tidur bisa menyebabkan gangguan psikologis, seperti rasa cemas berlebihan dan penurunan libido.

Pada orang lanjut usia atau lansia  penggunaan obat tidur dalam jangka panjang juga bisa menyebabkan penyakit ginjal, penurunan tekanan darah, dan  penyusutan jaringan otot atau sarkopenia.

Itulah sebabnya sangat disarankan tidak menggunakan obat tidur untuk mengatasi insomnia. Minum susu atau air rebusan daun pandan, atau air lemon bisa menjadi alternatif. Hindari mengonsumsi minuman yang mengandung kafein seperti kopi atau minuman beralkohol.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Terkini

Atasi Telapak Kaki Pecah-pecah dengan Kulit Pisang

Jumat, 5 Agustus 2022 | 16:00 WIB

5 Agustus, Hari Lampu Lalu Lintas Internasional

Jumat, 5 Agustus 2022 | 15:30 WIB

Tips Aman Makan Daging Kambing Saat Idul Adha

Kamis, 28 Juli 2022 | 15:00 WIB
X