• Jumat, 7 Oktober 2022

Meski Ampuh Waspadai Efek Samping Kerokan, Iritasi Kulit hingga Stroke

- Minggu, 11 September 2022 | 15:00 WIB
Kerokan meski ampuh tapi ada efek sampingnya
Kerokan meski ampuh tapi ada efek sampingnya

Watyutink.com - Salah satu pengobatan tradisional yang sangat dikenal orang Indonesia adalah kerokan. Biasanya kerokan dilakukan untuk menyembuhkan masuk angin. Cara sederhana itu ternyata cukup ampuh mengusir masuk angin. Terbukti banyak orang sembuh setelah dikerok.

Kerokan bahkan tidak hanya dilakukan untuk mengusir masuk angin. Saat kondisi badan sedang ‘tidak enak’  kerokan juga bisa dilakukan. Lagi-lagi cara ini terbukti ampuh membuat tubuh menjadi lebih enak.

Meski kerokan terbukti ampuh menyembuhkan beberapa penyakit, ternyata cara ini sebenarnya tidak direkomendasikan. Pasalnya terdapat beberapa risiko kesehatan yang bisa muncul akibart kebiasaan melakukan kerokan.

Tahukah Anda, apa saja risiko yang bisa muncul akibat kebiasaan melakukan kerokan?

Kerokan adalah pengobatan alternatif yang dilakukan dengan mengerok kulit tubuh dengan benda yang terbuat dari logam, biasanya uang koin. Dalam bahasa lain, kerokan juga dikenal di beberapa negara, seperti  di Cina dikenal dengan istilah gua sha, sedangkan orang Vietnam menyebutnya cao gio.

Kerokan dapat merangsang sirkulasi jaringan lunak dan aliran darah menjadi lancar. Selain itu, kerokan dapat memperbaiki metabolisme dan membantu mengatasi peradangan yang sering menjadi pemicu nyeri atau pegal. Area yang dikerok akan terlihat memar dan berwarna kemerahan. Akibatnya area itu akan terasa lebih hangat sehingga tubuh menjadi lebih relaks.

Selain masuk angin, kerokan dapat meredakan beragam penyakit seperti nyeri leher bahkan kerokan lebih efektif dibandingkan menempelkan koyo atau menggunakan bantal pemanas. Selain itu kerokan dapat meredakan sakit kepala dan migrain, pembengkakan payudara.

Kerokan juga mampu mengatasi Sindrom Tourette seperti seperti kedutan berulang  di wajah, gangguan pada tenggorokan dan suara, Sindrom Perimenopause seperti insomnia, kecemasan, mudah lelah, serta jantung berdebar-debar atau hot flushes.

Meski tergolong aman, namun kerokan juga mempunyai risiko gangguan kesehatan. Dikutip dari Alodokter, terdapat beberapa alasan mengapa kerokan tidak disarankan dilakukan. Diantaranya lantaran kerokan bisa menyebabkan pori-pori melebar. Pasalnya saat dikerok, kulit akan bergesekan secara langsung dengan benda tumpul. Pelebaran pori-pori berisiko masuknya bakteri dan virus ke dalam peredaran darah. Hal ini tentu saja mengundang penyakit. 

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

Cegah Bahaya Rokok dengan Rutin Minum Jus Tomat

Selasa, 27 September 2022 | 17:00 WIB

26 September: Hari Kesehatan Lingkungan Sedunia

Senin, 26 September 2022 | 11:00 WIB

24 September, Hari Tani Nasional, Ini Fakta Sejarahnya

Sabtu, 24 September 2022 | 10:00 WIB

22 September: World Car Free Day, Ini Sejarahnya

Kamis, 22 September 2022 | 11:35 WIB
X