• Jumat, 7 Oktober 2022

Siapa Itu Martha Christina Tiahahu, Pahlawan Wanita yang Namanya Dipakai Jadi Nama Taman Literasi di Jakarta?

- Senin, 19 September 2022 | 13:30 WIB
Sumber: YouTube-Impro-visualstoryteller-kepogaul.com
Sumber: YouTube-Impro-visualstoryteller-kepogaul.com

Watyutink.com – Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, telah meresmikan taman bacaan yang diberi nama Taman Literasi Martha Christina Tiahahu yang berada di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (18/9/2022).

Lantas kenapa Taman Literasi ini dinamakan Martha Christina Tiahahu, seorang pahlawan wanita asal Maluku? Ternyata alasannya karena Jakarta merupakan kota bagi seluruh kalangan, termasuk warga Maluku.

"Jakarta adalah kota bagi semua. Dan karena itulah namanya Martha Christina Tiahahu," kata Anies saat meresmikan Taman Literasi Martha Christina Tiahahu di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (18/9/2022).

Siapa itu sosok Martha Christina Tiahahu?

Martha mungkin merupakan sosok perempuan Maluku yang paling dikenal hingga saat ini. Seorang pejuang wanita yang menjadi simbol perlawanan terhadap Belanda, selain tentunya Kapitan Patimura. Terlebih lagi ia masih belia saat mengikuti ayahnya bertempur melawan Belanda.

Ia lahir 4 Januari 1800 di desa Abubu di Pulau Nusa Laut, Maluku Tengah. Ayahnya adalah Kapitan Paulus Tiahahu, seorang yang membantu Thomas Matulessy, atau lebih dikenal dengan Kapitan Patimura dalam perang melawan Belanda atau Perang Pattimura.

Martha masih belia ketika turut bertempur, remaja yang baru berusia 17 tahun. Keberanian dan kegigihannya dalam berperang sangat dikenal dikalangan para pejuang, masyarakat, maupun musuhnya. Ia selalu ikut berperang dan pantang mundur. Semangatnya yang menyala-nyala menyulut kaum wanita untuk turut membantu kaum pria untuk turut berjuang.

Martha Christina Tiahahu akhirnya ditangkap saat berupaya membebaskan ayahya yang tertangkap dan akan dihukum mati oleh Belanda dalam pertempuran di Desa Ouw – Ullath jasirah tenggara Pulau Saparua. Martha jatuh sakit saat akan dibawa untuk diasingkan ke Pulau Jawa. Pejuang wanita yang gigih ini akhirnya meninggal pada tanggal 18 Januari 1818.

Editor: Ahmad Kanedi

Tags

Terkini

Cegah Bahaya Rokok dengan Rutin Minum Jus Tomat

Selasa, 27 September 2022 | 17:00 WIB

26 September: Hari Kesehatan Lingkungan Sedunia

Senin, 26 September 2022 | 11:00 WIB

24 September, Hari Tani Nasional, Ini Fakta Sejarahnya

Sabtu, 24 September 2022 | 10:00 WIB

22 September: World Car Free Day, Ini Sejarahnya

Kamis, 22 September 2022 | 11:35 WIB
X