• Minggu, 4 Desember 2022

Mengenal Edema Paru, Penyakit Sesak Nafas yang jadikan Paru-paru Serasa Tenggelam

- Sabtu, 12 November 2022 | 17:00 WIB
Ilustrasi paru-paru tenggelam (hallosehat.com)
Ilustrasi paru-paru tenggelam (hallosehat.com)

Watyutink.com - Pernahkah Anda mengalami sesak nafas berkepanjangan. Bahkan terkadang Anda merasa susah bernafas seolah-olah seperti sedang tenggelam? Jika pernah, sebaiknya berhati-hati. Bisa jadi Anda mengalami penyakit Edema Paru.

Tahukah Anda, apakah Edema Paru itu?

Edema paru adalah suatu kondisi di mana seseorang kesulitan bernafas akibat penumpukan cairan dalam kantong paru-paru atau alveoli. Dalam kondisi normal, udara akan masuk dalam paru-paru dan selanjutnya okisgen akan disebarkan ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Namun penderita edama paru akan kesulitan benafas lantaran paru-parunya justru terisi cairan. Akibatnya oksigen yang dihirup tidak dapat masuk ke paru-paru maupun aliran darah

Edema paru bisa terjadi secara tiba-tiba. Namun bisa juga bisa bekembang dalam jangka panjang. Biasanya penderita akan merasa cepat lelah. Selain itu sesak nafas kerap muncul ketika penderita melakukan kegiatan fisik. Biasanya ditandai dengan munculnya suara nafas tersumbat atau yang sering disebut mengi.

Sesak nafas juga kerap terjadi saat sedang berbaring atau tidur. Hal inilah yang menyebabkan penderita edema paru sering bangun tengah malam saat tidur. Selain itu disertai pula dengan peningkatan berat badan dalam waktu cepat dan terjadinya bengkak pada kedua tungkai atau tumit.

Penderita edema paru juga kerap menderita sesak nafas secara tiba-tiba. Akibatnya penderita akan merasa seperti terkecik atau tenggelam. Mereka kerap terlihat cemas dengan mulut megap-megap seolah ingin mendapatkan oksigen lebih banyak. Edema paru juga sering disertai dengan batuk dengan dahak berbusa dan terkadang bercampur darah. Pada kondisi akut, penderita akan menderita nyeri di dada.

Para ahli menyebut, ada beberapa hal yang menjadi penyebab edema paru. Namun semuanya bisa dikelompokkan dalam dua golongan, yakni kadiogenik atau penyebab yang berasal dari jantung. Masuk dalam golongan ini adalah tekanan darah tinggi atau hipertensi akut. Edema paru juga bisa disebabkan rusaknya otot jantung yang menyebabkan fungsinya melemah atau kadiomiopati.

Masuk pula dalam golongan ini kondisi di mana terjadi kerusakan jantung seperti kaku, lemah, bocor dan jantung koroner. Tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini bisa berakibat fatal. Darah tidak bisa dipompa ke seluruh tubuh. Akibatnya muncul tekanan pada pembuluh darah paru dan menyebabkan kebocoran cairan tubuh ke dalam paru-paru.

Penyebab kedua adalah nonkardiogenik atau bukan berasal dari jantung, seperti gagal ginjal, emboli paru atau penyumbatan pembuluh darah yang menuju paru-paru. Selain itu penyakit ketinggian (high-altitude pulmonary edema) dan Acute respiratory distress syndrome (ARDS) juga bisa menyebabkan edema paru.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

Ayam vs Bebek, Mana yang Lebih Sehat Dagingnya

Minggu, 13 November 2022 | 16:00 WIB
X