BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Dosen STAIN Bengkalis
Ahok, Hukum dan Politik

Berita Basuki Cahaya Purnama alias Ahok memang masih menjadi daya tarik untuk bahan diskusi. Salah satunya yaitu sikap penolakan bebas bersyarat,dan memilih bebas murni.

Berkaitan dengan sikap Ahok terhadap kepatuhan hukum memang bisa dilihat dari rentetan peristiwa yang mengantarkan dirinya divonis penjara atas kasus penistaan agama. Terlepas dari penilaian hakim atas vonis tersebut, saya melihat sikap Ahok pantas diapresiasi sebagai bentuk kepatuhan dan penghormatan terhadap penegak hukum. Pertama, sikap koperatif dalam proses persidangan dengan selalu hadir dalam persidangan. Kedua, sikap hormat atas keputusan hakim yang mem-vonis dirinya di ruang persidangan.

Pada tiga fakta tersebut, saya menilai Ahok telah memberi suatu pembelajaran kepatuhan terhadap hukum. Walaupun dianggap sebagai penista agama, namun etika harus tetap dijunjung tinggi di negara yang berdasarkan hukum
Ini tentu sangat kontras dengan sikap Buni Yani dan Jonru dalam menerima vonis hakim. Mereka berdua meneriakan takbir dengan tidak menerima vonis yang dijatuhkan kepada mereka.

Jika dilihat dari kacamata politik, Ahok adalah seorang politikus bagi kelompok minoritas. Di sisi lain, Ahok terlepas dari sikap yang kaku dan kasar dalam berbicara, namun dalam pemerintahan  saat di DKI telah meletakan pola pemerintahan yang terbuka transparan dan siap menerima kritik dari siapapun termasuk media massa. Jika dalam pilgub yang lalu, tidak ada kasus penistaan agama, Ahok berpeluang sangat besar memenangkan Pilgub di DKI.

Jadi, sikap Ahok,jika dilihat dari kacamata politik sedang membangun opini publik bahwa hukum harus ditegakkan, bukan untuk dipermainkan oleh oknum-oknum tertentu yang saat ini sedang sibuk mengkritik penegakan hukum. Karena jika dirunut ke belakang, bukankah kasus Ahok, karena gerakan yang dimotori oleh Habib Rizieq? Dan publik tentu ingat ucapan Habib Rizieq yang selalu bilang: "hukum harus ditegakkan,tidak boleh pandang bulu."

Jadi ini adalah sindiran buat Habib Rizieq atas sikap yang dianggap tidak patuh terhadap hukum. Jika demikian, buat apa bicara negara, jika hukum saja tidak dipatuhi? (cmk)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF