BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)
Amankan Pasokan Bahan Baku Industri

Sebagaimana diketahui bahwa penyebaran Covid-19 membawa dampak terhadap segala aktivitas ekonomi, diantaranya kegiatan industri, perdagangan, investasi serta pariwisata. Salah satu yang menjadi keprihatinan banyak pihak adalah dampaknya pada perdagangan internasional.

RRT sebagai negara yang terbilang mengawali kasus ini mengalami guncangan ekonomi yang cukup berat dan membawa dampak ke negara-negara mitranya, kegiatan perdagangan internasional menjadi tersendat akibat menurunnya produktivitas di RRT, mengingat saat ini 17 persen ekonomi dunia disumbang oleh RRT, maka diperkirakan dampak Covid-19 ini akan lebih besar dari SARS

RRT merupakan mitra dagang yang semakin penting atau dengan kata lain Indonesia semakin bergantung dalam berdagang dengan RRT. Sebanyak 30 persen impor nonmigas Indonesia berasal dari RRT, diantaranya yang paling besar adalah kelompok bahan baku dan penolong.

Selain bergantung terhadap impor nonmigas yang mencapai 30 persen, hampir 17 persen ekspor nonmigas Indonesia juga bergantung ke pasar RRT.  Rilis Badan Pusat Statistik per Januari 2020 menyebutkan impor asal RRT mengalami penurunan cukup besar.  Begitu juga dengan ekspor ke RRT yang turun drastis.

Hal ini tentu membawa dampak lanjutan terhadap kegiatan industri di dalam negeri, yang mulai kesulitan mengakses bahan baku/penolong impor, akibatnya produktivitas industri pun menurun, maka tidak heran kalau kita mendengar banyak terjadi pemutusan hubungan kerja.  Demikian pula halnya dengan ekspor beberapa produk andalan ke RRT yang mengalami gangguan.

Sementara untuk impor, beberapa produk Indonesia sangat bergantung kepada RRT, terlihat dari porsinya yang sangat tinggi, sementara alternatif negara asal impor yang lain hanya bisa berperan cukup kecil, misalnya untuk impor komponen HP, RRT memberikan 62 persen, Hongkong 22 persen, Taiwan 8,9 persen. Dalam kondisi seperti ini seharusnya Indonesia perlu melakukan diplomasi bilateral dengan Hong Kong dan Taiwan untuk negoisasi apakah kedua negara tersebut mampu menggantikan peran RRT dalam mensupport komponen HP tersebut.

Bagi negara lain, peranan RRT juga cukup penting dalam aliran rantai pasok impor bahan baku/penolong

Akibat merebaknya virus Corona, perdagangan dunia akan menurun 8 persen pada 2020, dan dampak terhadap Indonesia cukup besar, dimana ekspor Indonesia berpotensi anjlok 6,8 persen, dengan menggunakan kalkukasi Global Trade Analysis Project (GTAP).

Oleh sebab itu, agar perhitungan tersebut tidak menjadi kenyataan, maka Indonesia harus melakukan berbagai hal di luar paket kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan pemerintah baru-baru ini. Perlu strategi jangka pendek untuk mengupayakan agar produktivitas output industri dan perdagangan tetap tumbuh sesuai target.

Solusi jangka pendek dalam mengatasi ancaman kelangkaan pasokan impor bahan baku/penolong dari China adalah dengan mencari substitusi negara asal untuk impor bahan baku yang kompetitif. Pemerintah dan dunia usaha perlu melakukan pemetaan terhadap negara lain yang mampu menyediakan bahan baku/penolong bagi Indonesia.

Hal ini perlu dilakukan mengingat suplai impor bahan baku dari China berpotensi mengalami penurunan akibat wabah virus Corona. Bahan baku/penolong yang berasal dari negara lain harus kompetitif dan sesuai dengan kebutuhan industri domestik.

Solusi jangka menengah dan panjangnya adalah dengan membangun industri bahan baku di dalam negeri. Gejolak yang diakibatkan wabah virus Corona bisa menjadi momentum untuk memperkuat struktur industri nasional. Penguatan struktur industri nasional dilakukan dengan mengembangkan industri bahan baku/penolong hingga industri hilirnya. (msw)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Budi Arie Setiadi

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia

Edgar Ekaputra

Pakar Industri Keuangan dan Ekonomi, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI

Lia KIan, Dr.

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila