BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem)
Bawaslu Harus Investigasi Lebih Lanjut

Sebenarnya dana kampanye merupakan problem yang selalu berulang dalam setiap pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah. Sebab yang terkonfirmasi sekarang bahwa, sejumlah pasangan calon (paslon) telah menggunakan uang kampanye tetapi tidak sesuai dengan laporan awal dana kampanye (LADK). Beberapa paslon hanya melaporkan dana awal senilai Rp 1 juta, Rp100 ribu, bahkan hanya Rp50 ribu. LADK tersebut sepertinya tidak masuk akal, sehingga terindikasi melakukan manipulasi nominal uang yang dilaporkan.

Tapi kalau temuan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) berasal dari uang haram mesti diverifikasi dahulu. Menurut saya yang paling penting dilakukan adalah respon dan tindak lanjut dari temuan sejumlah 186 calon kepala daerah yang diduga melakukan manipulasi dana kampanye. Hal tersebut bisa menjadi salah satu bukti awal terhadap adanya pelanggaran laporan awal dana kampanye (LADK).

Bawaslu punya kewenangan untuk mengawasi dana kampanye, bahkan bisa melakukan investigasi terhadap dugaan-dugaan penyelewengan dana kampanye. Kewenangan tersebut yang mesti dilaksanakan secara serius, sehingga temuan awal tersebut bisa ditindaklanjuti dengan cara, misalnya; pertama, memanggil pasangan calon untuk dimintai klarifikasi. Kedua, menyandingkan temuan awal dengan hasil pengawasan bawaslu terhadap aktifitas kampanye di lapangan. Ketiga, bisa bekerja sama, baik dengan PPATK maupun KPK, terkait sumber-sumber dana kampanye yang berpotensi berasal dari hasil tindak pidana.

Mestinya Bawaslu mampu membuktikan indikasi pelanggaran LADK, karena tinggal klarifikasi dan investigasi lebih lanjut. Sehingga jika paslon benar melakukan pelanggaran manipulasi dana kampanye maka bisa dikenai sanksi diskulifikasi dari kontestasi Pilkada.

Tetapi kita perlu mengapresiasi kinerja Bawaslu yang mengungkap indikasi manipulasi dana kampanye. Sebab hal tersebut menunjukan bahwa ada perhatian yang serius terhadap problem manipulasi dana kampanye. (mry)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF