BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Direktur Eksekutif Nasional WALHI
Bebas Limbah Plastik Bukan Mustahil

(Sampah) plastik sudah menjadi permasalahan yang kronis, bukan saja di Indonesia tapi juga di dunia. Ini akibat sifat plastik yang tidak bisa hancur secara alamiah. Dalam kondisi kronis semacam ini diperlukan langkah yang revolusioner, yaitu menghentikan sama sekali penggunaan dan produksinya. Jika tidak bisa dilakukan secara drastis, maka zero plastic bisa dilakukan secara berangsur-angsur. Kebijakan plastik berbayar maupun penggunaan kembali sampah plastik-seperti untuk campuran bahan pembuatan jalan, dalam jangka panjang tidak akan memecahkan masalah plastik yang laju produksinya jauh melampaui laju pemanfaatan kembali sampahnya. Sehingga yang terjadi adalah kita akan selalu mengalami surplus sampah plastik.

Penghancuran sampah plastik dengan dibakar pun tidak akan menyelesaikan masalah, bahkan menimbulkan masalah baru dengan diemisikannya gas-gas beracun dan karsinogenik (pemicu kanker) seperti dioksin. Selain itu pembakaran sampah tidak akan menghilangkan sampah sepenuhnya karena akan selalu tersisa residu yang beracun yang akan mencemari tempat pembuangannya.

Sudah seharusnya gaya hidup dan sistem ekonomi kita berada dalam batas daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup. Menjamurnya penggunaan plastik terjadi seiring dengan semakin dominannya sistem ekonomi korporat skala besar yang berbasis pada produksi massal dan pemasaran untuk konsumsi yang semakin jauh dari tempat dimana barang diproduksi. Sistem ekonomi ini juga didukung oleh promosi gaya hidup instan yang sangat bergantung pada kemasan-kemasan disposable (sekali pakai, buang).

Zero plastic bukan suatu kondisi yang tidak mungkin, karena bahan pengganti plastik sangatlah banyak di dunia ini --apalagi di Indonesia yang sesungguhnya baru bertransformasi mengikuti tren gaya hidup instan ini tidak lebih dari tiga dekade yang lalu. Gaya hidup dan konsumsi bebas plastik sesungguhnya sangat selaras dengan sistem ekonomi kerakyatan yang berbasis pada usaha produksi rakyat atau skala kecil, dimana tujuan utamanya bukan semata untuk memenuhi konsumsi pasar masal yang jauh dari tempat produksi, tapi diutamakan untuk pemenuhan kebutuhan domestik. Saatnya pemerintah secara serius merencanakan peta jalan untuk phasing out plastik di Indonesia, sebelum terlambat dan permasalahan sampahnya tidak dapat lagi ditanggulangi. (cmk)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

FX Sugiyanto, Prof.

Guru Besar Universitas Diponegoro

FOLLOW US

Kematian Petugas KPPS Tidak Ada Yang Aneh             Memerangi Narkoba Tanggung Jawab Semua Pihak             Pendekatan yang 'Teenager Friendly'             Pendampingan Tiga Tungku             Perda Dulu Baru IMB             Kelalaian Negara dalam Misi Kemanusiaan             Kematian Petugas Medis; Pemerintah Harus Berbenah             Daerah Terpencil Sebagai Indikator Keberhasilan             Resiko Petugas Sosial             Kebijakan RI Perbanyak Barang Impor Masuk