BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Mantan Aktivis Mahasiswa, Pelaku Bisnis sekaligus Pemerhati Sosial Budaya Nusantara
Bias Atas Bias Gender

Gender memang akan selalu bias selama manusia belum mono gender. Bias gender juga bisa dilihat dari perspektif yang berbeda. Kaum laki-laki juga bisa protes mengapa tidak seperti film horor Hollywood yang punya tokoh hantu seperti Freddy Krueger, Jason, ataupun Bogeyman. Di film horor Indonesia selalu saja perempuan yang jadi setannya sehingga menutup kesempatan berakting di film bagi laki laki untuk berperan sebagai setan.

Soal perfilman horor, film film horor Hollywood justru jauh lebih ahistoris ketimbang film horor bikinan Indonesia. Soal hantu atau setan perempuan, sadar atau tidak, perfilman Indonesia justru paling "nyambung" dengan kisah sejarah tua peradaban manusia di masa Babilonia dan Sumeria yang mengenal tokoh antagonis, sosok perempuan bernama Lilith.

Konon, Lilith adalah isteri pertama Adam sebelum Hawa yang diciptakan secara bersamaan dengan Adam.

Dalam berbagai kisah kuno, Lilith merupakan manifestasi dan representasi dari kebinalan, kesundalan, kebobrokan, kekacauan, dan kefasikan. Ia paling piawai membangun ilusi yang memutar balik realita pada kesadaran manusia melalui berbagai mantra dan kutuk yang ditebar ke udara untuk menjadikan keseksian, kecantikan sebagai berhala yang mampu menundukkan kekuasaan.

Banyak yang meyakini bahwa kisah awal tentang perempuan yang tergoda setan dalam kisah buah kuldi di taman firdaus sesungguhnya bercerita tentang kisah penghianatan Lilith terhadap Adam yang kemudian kabur menjadi gendakan setan.

Wajar jika setelah Lilith minggat dengan setan lalu Hawa diciptakan menyusul dari tulang rusuk Adam dengan harapan tidak khianat dan selingkuh seperti Lilith.

Tokoh Semiramis yang ibu juga isteri Nimrod, juga dalam kisah Ramayana ada pula sosok Sarpakenaka adik Rahwana, ataupun di kalangan kadewataan ada Betari Durga isteri Betara Kala seperti halnya di Mahabharata ada Gandhari isteri Dretaratha, rasanya cukup bisa mewakili personifikasi dari kebinalan, kesundalan, kebobrokan, kekacauan, dan kefasikan sosok Lilith.

Jikapun kisah kuno ini juga dianggap sebagai bias gender, mungkin memang Lilith adalah sosok yang paling harus bertanggung jawab atas bias gender terhadap perempuan yang terjadi saat ini. (jim)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF