BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pengamat media sosial
Di Istagram yang Tampil Serba Indah, Bukan Masalah

Persepsinya, Instagram tempat yang indah-indah. Akhirnya orang ingin tampil lebih indah daripada aslinya. Orang terkonsepsi oleh hal itu. Instagram adalah sosial media berbasis foto. Sehingga dalam benak siapa pun lahir keinginan menampilkan foto yang bisa dinikmati. 

Foto yang bisa dinikmati adalah foto yang indah. Itu adalah persepsi umum. Akhirnya orang terbawa persepsi itu. Apalagi, foto yang disukai adalah foto yang indah-indah. Foto yang (dibuat) serampangan nggak dapat tempat. 

Maka kalau kita foto lantas di samping objek foto ada tempat sampah, itu kita singkirkan. Meja berantakan, kita rapikan dahulu. Itu kita lakukan agar fotonya terlihat indah di Instagram. Ingin kebih indah dari aslinya. 

Orang juga tidak menampilkan masalah di Instagram. Karena persepsi tadi: Instagram bukan tempat (umbar) masalah. Masalah (artis) ada di media entertainment (hiburan). 

Kalau orang posting foto mesra di Instagram itu normal. Cuma memang ada kajian, orang yang terlalu sering foto mesra dengan pasangan, ada kemungkinan hubungan mereka sedang bermasalah. Tapi tidak selalu demikian.

Ada juga orang yang ingin terlihat sebagai orang kaya di Instagram. Tapi orang yang misalnya sampai berutang itu tak cuma ada di Instagram. Ada juga di Facebook. Mereka bukan fear of missing out (fomo). Itu lebih pada takut ketinggalan informasi. Mereka adalah social climber atau anjak sosial, mereka ingin dipersepsikan sebagai orang kaya. Itu nggak ada hubungan dengan Instagram. Para anjak sosial ini memanfaatkan medsos untuk mengekspresikan diri bahwa mereka seperti (orang kaya) itu.

Bila pamer kemewahan untuk jadi selebtwit atau selebgram, bisa saja. Tapi itu bukan faktor utama. Untuk jadi selebtwit atau selebgram butuh waktu panjang. Yang dilakukan oleh orang-orang ini lebih pada dahaga untuk diakui.

Selebtwit atau selebgram diukur dari seberapa banyak followernya, seberapa sering ia posting, dan seberapa besar pengaruh (postingannya). Kombinasi ketiga hal itu menjadikan dia seleb di medsos. Kalau follower-nya sudah di atas 101 ribu, bolehlah ia disebut selebgram kecil-kecilan. 

Yang penting untuk jadi selebgram itu lagi-lagi kontennya. Apa menarik atau tidak. Itu sebabnya setiap masing-masing orang (selebtwit atau selebgram) kontennya berbeda. Kalau ingin jadi seleb di medsos, ciptakanlah konten yang bagus dan berguna sehingga orang follow kita. 

Dan yang penting jangan berbohong. Karena berbohong di sosial media itu gampang ketahuan. Dan kalau ketahuan malu sendiri. (ade)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF