BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Guru Besar, Spesialis Bisnis Internasional, Ahli dalam Bisnis, Pemasaran, Pendidikan, Organisasi dan Manajemen
Dreamers dan Trump's Vivere Pericoloso

Jika membahas fenomena US Government shutdown tidak bisa tidak mesti memberikan apresiasi kepada sekelompok senator yang mengkedepankan akal sehat, pandangan pragmatis politik yang tidak partisan, picik, dan bermental ideologis “pokok'e”.

Dari sumber-sumber yang saya baca, terdapat 24 Senators baik dari pihak Republik maupun pihak Demokrat. Misalnya Susan Collins Senator Republik yang moderat serta Joe Manchin Senator Republik dari West Virginia yang merupakan wilayah yang sebenarnya setia kepada idealisme kaum Republican. Ketika para pemimpin Senator Republik dan Senator Demokrat mengalami impasse dalam negosiasi rundingan politik di Senat, justru kelompok pragmatis bipartisan ini berhasil mencari solusi win-win yang bisa diterima kedua pihak. Sehingga akhirnya Senat bisa mengambil keputusan yang kemudian disahkan oleh Konggres dan ditandatangani oleh President Trump sehingga US Government bisa lancar berfungsi hingga tanggal 6 Februari yang akan datang.

Tentunya issue perlindungan keimigrasian terhadap kaum "Dreamers" yang dibawa ke USA tanpa dokumen keimigrasian yang sah oleh orang tua mereka bertahun-tahun berselang mesti bisa diselesaikan sebelum 6 Februari 2018. Jika tidak, kemungkinan pihak Demokrat bisa kembali meradang dan memboikot anggaran negara sehingga bakal terjadi kembali Government Shutdown seri atau sequel berikut nya. Apakah akan berulang lagi? Jawabannya ialah Wallahua’lam karena kita tidak memiliki bola kristal kaum Gipsy.

Tentu buat kita keadaan ini bisa mengganggu program-program penting yang terhubung dengan kelancaran administrasi negara AS, misalnya visa dan sebagainya jika shutdown sampai ke level perwakilan atau kedutaan AS di Indonesia.

Bercermin dari fenomena shutdown sebelum ini, misalnya ketika Obama menjabat presiden AS, dampaknya kepada kita adalah minim dan tidak significant. Apalagi hanya sekitar beberapa hari saja. Jika agak lama, boleh jadi dampak negatif buat kita bisa ber-eskalasi.

Tetapi sebagai bangsa besar dengan pengalaman praktik demokrasi yang panjang serta komprehensif dalam kehidupan kenegaraan mereka ditambah posisi ekonomi mereka sebagai kekuatan ekonomi terbesar saat ini senilai 17 triliun dolar AS, Amerika terlalu tangguh untuk bisa dilumpuhkan oleh kepicikan politik partisan apakah itu Republikan ataupun Demokrat.

Tetapi ada kekuatiran baru karena 'katanya' Trump mau menyetujui memberikan status citizens kepada para Dreamers asal saja Demokrat mau memberikan dana 25 miliar dolar AS untuk membangun proyek tembok perbatasan dengan Mexico seperti apa yang ia janjikan selama kampanye presiden dulu. Jika tembok Mexico sampai dibangun maka perdagangan dunia bakal menukik tajam menuju ke jurang resesi akibat politik Beggar Thy Neighbor. Kepercayaan sebagai landasan utama persyaratan bagi kerja sama ekonomi dunia bakal hilang lenyap. Dan ini berbahaya sekali.

Trump nampak benar2 berani menentang arus dengan ber- Vivere Pericoloso.

Jika sampai sejauh itu, kita bukan cuma membahas tentang government shutdown saja. (afd)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF