BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Peneliti INDEF
Efektivitas dan Manfaat Infrastruktur Harus Diperhatikan

Infrastruktur merupakan salah satu kebutuhan penting untuk menunjang perekonomian, baik nasional maupun daerah. Pentingnya infrastruktur dapat dilihat dari masuknya indikator infrastruktur dalam pemeringkatan Global Competitiveness Index yang dikeluarkan World Economic Forum (WEF). Infrastruktur pelabuhan, bandar udara, dan jalan raya (tol) merupakan ukuran penilaian. Semakin baik infrastruktur akan memperlancar alur transportasi dan mobilitas barang maupun orang.

Terlepas dari siapapun presidennya, pembangunan infrastruktur memang sudah mendesak. Hal ini selain untuk mendongkrak peringkat infrastruktur di laporan WEF, juga untuk mewujudkan negara yang tersatukan melalui infrastruktur. Peringkat Indonesia sendiri masih berada di posisi 68 dari 137 negara yang disurvei.

Penilaian WEF di atas menjadikan dasar pembangunan infrastruktur yang menjadi dasar janji kampanye Presiden Jokowi pada pilpres 2014. Janji tersebut juga tercantum dalam Nawacita Presiden Jokowi. Tak ayal bila anggaran infrastruktur di APBN/APBNP naik berkali-kali lipat selama rentan waktu 2015-2018. Pada anggaran tahun 2018 ini, dana untuk infrastruktur mencapai Rp 409 triliun, terus meningkat tajam dibandingkan dengan tahun 2014.

Jika dibandingkan pemerintahan sebelumnya, memang ambisi Presiden Jokowi membangun infrastruktur terbilang besar. Namun tidak beruntungnya Presiden Jokowi saat ini adalah kinerja penerimaan yang merosot pada kurun waktu 2015-2016. Akibatnya beberapa proyek-proyek strategis nasional terhambat. Hal ini dapat menjadi preseden buruk yang akan mengakibatkan pertimbangan negatif bagi masyarakat untuk memilih Jokowi kembali.

Pembangunan infrastruktur pun dikebut sedemikian rupa untuk mencapai targetnya yang rata-rata dapat digunakan pada tahun 2018. Sehingga pencapaian tersebut dapat digunakan sebagai bahan kampanye tahun 2019. Secara etika politik hal ini sah-sah saja asalkan memang berhasil dalam pembangunan infrastruktur. Hal ini disebut sebagai transaksi politik antara calon dan pemilih dimana calon menawarkan keberhasilan pembangunan infrastruktur dan ditukar dengan suara dari pemilih.

Efektivitas dan manfaat pembangunan infrastruktur juga harus diperhatikan. Infrastruktur jalan raya memberikan manfaat jangka panjang dan lagi waktu yang lama serta hanya dapat dinikmati oleh masyarakat menengah ke atas dan hidup di perkotaan. Infrastruktur yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat menengah ke bawah seperti pembangunan waduk harusnya juga menjadi prioritas utama pemerintah untuk menggaet suara masyarakat perdesaan.

Yang patut diperhatikan lagi adalah sumber dana dalam pembangunan infrastruktur juga harus dapat dijelaskan oleh pemerintah. Apabila infrastruktur dibangun dengan menggunakan dana utang maka utang tersebut juga akan menjadi dasar pemilih untuk menentukan pilihannya.
Konsen utang untuk pembangunan infrastruktur ini yang harus ditingkatkan oleh pemerintah jika dibandingkan isu SARA yang mungkin dihembuskan pada tahun politik ini. Utang ini yang dapat menjadi senjata lawan untuk menyerang Presiden Jokowi dan lebih besar dampaknya daripada isu SARA. (ade)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)