BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Koordinator Nasional Persatuan Nasional Mahasiswa Administrasi (PENASMA)  2008-2010
Harus Action by Program, bukan Action by Accident

Pertama saya membagi tiga aspek permasalahan KLB gizi buruk dan campak yang terjadi di Kabupaten Asmat, yaitu: 1. Distribusi pelayanan kesehatan baik personel dan infrastruktur tidak optimal; 2. Akses informasi terbatas; 3. Karena pola hidup yang kurang sehat (lingkungan dan sebagainya).

Akar permasalahnnya bukan karena besar atau tidaknya anggaran, tetapi karena action by accident masih menjadi pola lama yang selalu dipakai ketika menangani masalah. Harus ada strategi besar sampai strategi teknis yang mendetail untuk menangani masalah di Papua, terutama kesehatan. Karena pada dasarnya kekhususan otonomi itu bukan karena anggaran, tetapi bagaimana menciptakan kesejahteraan yang merata.

Kesejahteraan bukan hanya sekadar infrastruktur yang memadai, tetapi SDM juga menjadi hal yang utama. Karena buat apa bangun Puskesmas, tetapi personelnya atau petugas medisnya tidak ada atau kurang.

Harus ada juga audit dana otsus bagi Papua. KLB Asmat menjadi bukti bahwa dana sebesar apa pun yang digelontorkan tidak mampu menyentuh masyarakat. Dunia sudah semakin maju dan teknologi sudah semakin berkembang, tetapi kita masih mendengar saudara-saudara kita di Papua mengalami gizi buruk. Itu sama artinya Papua tidak bergerak (stagnan) dari 10 atau 20 tahun ke belakang.

Harus ada kontrol supervisi langsung dari pusat terhadap daerah. Bukan hanya sekadar melihat program, tetapi action by program itu sendiri. Pelaksanaannya itu yang harus dilihat dan dikontrol oleh pusat bukan programnya.

Terakhir khusus untuk pemerintah daerah, harus punya grand design atau strategi untuk bersentuhan langsung kepada masyarakat. Bukan hanya program tetapi 'kesentuhan' terhadap masyarakat setempat. Kasus ini pun membuktikan bahwa pemerintah daerah belum mampu mengenal masyarakatnya secara baik. (ast)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF