BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Guru Besar, Spesialis Bisnis Internasional, Ahli dalam Bisnis, Pemasaran, Pendidikan, Organisasi dan Manajemen
Hati Boleh Panas, Kepala tetap Dingin

Undang-undang memang melarang mereka yang dianggap terlibat pelanggaran HAM masa lalu untuk memperoleh visa masuk ke AS. Namun Jenderal Gatot Nurmantyo saya yakin tidak termasuk para jendral senior yang ditangkal masuk AS karena dia tidak memiliki track record buruk itu.

Sebagai seorang pejabat tinggi militer, Gatot sudah mendapat visa karena Gatot diundang secara resmi oleh counterpart  yaitu Panglima Militer AS. Gatot juga sudah siap berangkat ketika oleh manajemen perusahaan penerbangan Emirates diberitahu bahwa Gatot ditangkal dan tidak boleh memasuki wilayah AS.

Sebenarnya hal ini biasa juga dilakukan oleh pemerintah Republik Indonesia di masa lalu. Kita masih ingat bahwa David Jenkins, wartawan yang dicegah masuk ke Indonesia. Begitu Juga Ben Anderson.

Berbeda dengan Gatot, dua wartawan tersebut tidak diberi visa. Sedangkan Gatot sudah mendapatkan visa namun tetap ditangkal masuk. Ini tentu tidak bisa diterima dan harus dilakukan investigasi yang mendalam karena yang mereka lakukan terhadap seorang Panglima TNI yang jelas-jelas tidak bersalah seperti para jenderal yang pernah ditangkal karena melanggal HAM dan lain sebagainya.

Bagaimana dengan politik? Saya melihat dalam kasus ini tidak ada masalah politik dengan apa yang dilakukan oleh Panglima TNI tersebut. Gatot dalam kepemimpinannya hanya melakukan silahturahmi kesana kemari agar tugas-tugasnya sebagai Panglima TNI dapat berjalan dengan baik dan lancar berkat kedekatannya dengan semua kelompok. Doktrin pengenalan wilayah yang baik telah dilakukan oleh Gatot .

Jadi, kita tunggu saja bagaimana klarifikasi pihak AS nanti. Saat ini yang menentukan sekali bagaimana koordinasi antara pihak pengundang yang sekarang powerful dalam memegang kendali keamanan nasional di AS pasca 911. US Customs and Border Protections tidak bisa melawan kebijakan Department of Home Security karena merekalah yang memegang keputusan akhir. Mirip-mirip Kopkamtib kita di zaman lalu. Oleh karena itu, bila belum tahu, janganlah berspekulasi dan lalu kita ikut-ikutan main politik juga.

Sementara itu Menlu dan Presiden sudah meminta klarifikasi dari pemerintah AS. Dubes AS Joseph Donovan pun sudah minta maaf. Jadi, marilah kita sabar menanti. Hati boleh panas, kepala tetap dingin. (cmk)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF