BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pengamat Migas
Hendaknya Jangan Berhenti pada Sisi Produksi

Ihwal Kontrak kerjasama blok Masela sebetulnya sudah selesai. Tapi pengerjaan persiapan proyek Blok Masela tanpa diiringi pengembangan terminal di Pulau Jawa maka akan menyebabkan kebingungan perihal hasil produksi akan dibawa kemana. Kadang yang sudah komit beli saja akhirnya tak bisa terealisasi.

Jadi komitmen mengubah BBM menjadi gas itu yang penting, bukan sekadar membangun fasilitas saja. Kalau tidak ada komitmen pengembangan yang lain di luar blok maka akan terjadi kasus yang sama seperti Bontang, Corpus Cristi dan Woodside. LNG Bontang sekarang ada kelebihan produksi yang tidak terserap. Sementara Corpus dan Woodside sebetulnya Pertamina sudah beli/kontrak untuk Singapura dan Amerika Serikat. Tetapi karena tidak ada terminal gas di Pulau Jawa, tidak ada storage, maka akhirnya dijual lagi.

Jadi ini lebih pada masalah di hilir. Blok Masela itu dari sisi production untuk memproduksi LNG. Sementara dari sisi distribution dan utility itu yang perlu dipikirkan.

Belum lagi aspek keekonomian yang harus dilihat lebih jauh. Harga gas itu ada sisi prosentase dari minyak, jika harga minyak anjlok maka menjadi tidak ekonomis. Juga, masalah pengembangan industri Petrokimia yang telah tertingal jauh. Blok Masela jadi, oke. Tetapi harusnya Indonesia mempunyai planning untjuk pengembangan industri Petrokimia di wilayah timur. Di wilayah barat Indonesia sudah ada, tetapi malah jadi importir bahan baku kimia.

Sebaiknya jangan berhenti pada blok Masela yang sudah sign kontrak untuk POD dan membangun proyek produksi gas. Kalau hanya sisi produksinya saja kemudian dianggap selesai tanpa planning untuk membangun yang lain, maka nanti akan menimbulkan keriuhan seolah gas yang ada hanya digunakan untuk Korea, Jepang dan China. (pso)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Zaman Zaini, Dr., M.Si.

Dosen pascasarjana Institut STIAMI, Direktur Sosial Ilmu Politik CPPS (Center for Public Policy Studies), Staf Khusus Bupati MURATARA Sumsel

YB. Suhartoko, Dr., SE., ME

Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Keuangan dan Perbankan Unika Atma Jaya Jakarta

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Pemerintah Daerah Harus Berada di Garda Terdepan             Tegakkan Aturan Jarak Pendirian Ritel Modern dengan Usaha Kecil Rakyat             Konsep Sudah Benar, Implementasinya Gagal             Tugas Terbesar Negara, Mencerdaskan Bangsa!             Indonesia Butuh Terobosan-terobosan Progresif Bidang SDM             Penekanan pada Memobilisasi Kapasitas Modal Manusia Lokal Secara Otentik             Meritokrasi vs Kabilisme             Kendalikan Harga Pangan untuk Menekan Inflasi             Utang Semakin Besar, Kemampuan Membiayai Pembangunan Berkurang             Perhatikan Belanja Non K/L yang Semakin Membesar