BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Dosen Hubungan Internasional President University/ Direktur Eksekutif Berdikari Center
IMF/WB dan Prioritas Kerjasama Ekonomi Indonesia

Saat ini, seharusnya, ada beberapa isu yang harus menjadi perhatian IMF/WB. Isu-isu tersebut mencakup: ketimpangan sosial-ekonomi, kerjasama ekonomi internasional yang masih timpang, kerusakan lingkungan hidup, dan migrasi karena perang/konflik.

Penghapusan kemiskinan, juga salah satu tujuan SDGs, tentu saja tetap harus menjadi perhatian utama. 

Tetapi, IMF/WB tidak boleh lagi bertumpu hanya pada satu kebijakan tunggal dan universal untuk penghapusan kemiskinan ini. IMF/WB harus menjadi fasilitator bagi kebijakan-kebijakan nasional negara-negara yang unik dan kontekstual. Ketimbang mendikte, IMF/WB lebih baik menguatkan kebijakan-kebijakan nasional yang sudah relevan.

Terkait dengan misi utama menghapuskan kemiskinan, IMF/WB harus mengambil peran aktif mendorong negara-negara untuk memberantas korupsi. Harus diakui, korupsi adalah pembajak dan pengganggu utama pembangunan negara-negara berkembang sejak lama, setidaknya sejak 1970-an dan masih berlangsung sampai sekarang.

Negara-negara yang berhasil dalam pembangun ekonomi dan berkelanjutan adalah negara-negara yang telah keluar dari belitan korupsi di birokrasi, dan memiliki tata kelola ekonomi yang baik bertumpu pada pemerintahan yang bersih. 

Pemerintahan yang bersih dulu di tahun 1990an diangankan akan hadir dengan sendirinya setelah negara-negara menjadi damokratis dan menerapkan ekonomi terbuka. Dalam beberapa kasus, termasuk di Indonesia, korupsi ternyata justru tumbuh subur dalam dan berjalan dengan sistem demokrasi. 

Menjadi tantangan kontemporer bagi IMF/WB untuk menguatkan kembali penanganan dan perang melawan korupsi di tingkat global. IMF/WB harus menguatkan kembali kebijakan pencegahan korupsi lintas negara sebagai sumbangan bagi pengurangan korupsi politik yang menjadi masalah di negara-negara demokrasi baru.

Tantangan terbesar IMF/WB adalah masih sama, yakni  mencegah terjadinya krisis ekonomi. Kalau tidak dapat  mencegah, karena krisis ekonomi adalah bagian dari kapitalisme global, maka menjaga agar krisis ekonomi tidak merusak pembangunan ekonomi negara-negara. 

Dalam konteks pencegahan krisis ekonomi global ini kisah keberhasilan IMF/WB masih bisa dihitung dengan jari. Oleh karenanya, IMF/WB harus menempatkan soal ini dalam pertemuan Bali mendatang. Juga, beberapa pekerjaan rumah terkait: soal pengenaan Tobin tax, soal pengaturan perdagangan valas, dan transparansi pajak global, dan soal transparansi perbankan global. Dua yang terakhir untuk mencegah penggelap pajak dan pencucian uang.

Sementara pertemuan IMF/WB di Bali berjalan, biarlah berjalan. Pekerjaan rumah dan kepentingan kerjasama global untuk ekonomi Indonesia tidak bertumpu sepenuhnya di sana. Tumpuan terbesar kerjasama ekonomi Indonesia sesungguhnya ada di negara-negara terdekat kita, di ASEAN dan di ASEAN plus tiga mitra terdekat: Korsel, Cina, dan Jepang. Tantangan Indonesia adalah membuat inisiatif kerjasama ekonomi yang komprehensif yang menyatukan negara-negara ini, dan memperjuangkan agar semuanya nyaman untuk berkembang dan makmur bersama. (pso)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF