BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)
`If Go-Jek Go Global, So Be It`

Monopoli sebagai suatu  permainan sangat menarik bagi anak juga dewasa. Fakta oligopoli tidak terbantah meski AS sudah mulai  punya Anti Trust Act (UU Anti Monopoli) yang memecah monopoli (perusahaan minyak) Standard Oil milik Rockefeller jadi lima perusahaan. Lalu juga memecah AT&T. Tapi fenomena oligopoli tidak terhindarkan secara global empiris. Maka, kita harus berpikir eklektik dan bukan black and white mudharat-manfaat.

Mengenai tudingan perusahaan teknologi, semacam Go-Jek akan menjadi BAADD (big, anti-competitive, addictive and destructive to democracy), dulu pun orang takut tahun 1984 akan muncul "monster" sebagaimana diramalkan George Orwell (di novelnya, 1984) nyatanya kita selamat. Juga ancaman Y2K virus atau hang-nya sistem komputer nyatanya cuma momok penjual software.

Kalau Nadiem Makariem dan Go-Jek sukses, hal itu justru harus disyukuri sebagai model start-up (usaha rintisan) RI yang melejit ke kelas global, jadi Alibaba-nya Indonesia. Nah, relasi dengan mitra atau subkontraktor, supplier, dan seterusnya itu yang harus jadi landasan competitiveness yang sehat. 

Di Barat, mereka live n let live (dibiarkan tumbuh). Dan di sana juga lebih well regulated (tentang aturan monopoli) ketimbang RI yang salah kaprah (yang hasilnya) jadi macet (untuk berkreasi ataupun mengembangkan usaha). Misalnya, soal UU Tenaga Kerja dan pesangon jadi hambatan atau obstruksi terbesar arus investasi.

Kata kuncinya, manfaat bersaing dan berkinerja optimal dalam kompetisi meritokratis harus dikelola secara eklektik pro-aktif menuju terciptanya kekuatan ekonomi RI kelas global. Yang harus diciptakan adalah pola pikir pro-aktif positif kreatif, jangan reaktif status quo atau paranoid anti kompetisi bermuara oligopoli yang efisien setara global player. Jadi, so what kalau Nadiem dan Go-Jek go global? So be it. (ade)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Robin, S.Pi., M.Si.

Dosen Universitas Muhammadiyah Sukabumi, Kandidat Doktor IPB, Tenaga Ahli Komisi IV DPR-RI

FOLLOW US

Revisi UU KPK, Ancaman Terhadap Demokratisasi oleh Oligarki Predatoris             Presiden sedang Menggali Kuburnya Sendiri             Duet Tango DPR & KPK             Utamakan Tafsir Moral ketimbang Tafsir Hukum dan Ekonomi             Langkah Menkeu Sudah Benar dan Fokuskan pada SKM 1             Industri Rokok Harus Tumbuh atau Dibiarkan Melandai             Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik