BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Guru Besar Universitas Diponegoro
Indeks Daya Saing RI Naik Konsisten

Publikasi mengenai indeks kompetisi global terbit hampir setiap bulan atau setiap kwartal. Pada setiap publikasi, peringkat Indonesia naik secara konsisten. Konsistensi ini berkaitan dengan aspek fundamental  khususnya regulasi.

Selama ini yang masih menjadi faktor pemberat daya saing adalah regulasi dan kepercayaan kepada pemerintah. Faktor-faktor tersebut, kecuali korupsi yang masih sulit diberantas, dilihat dari sisi birokrasi sudah semakin baik. Tren perbaikan ini ada, bisa dilihat di beberapa provinsi, kabupaten, dan kota.

Walaupun proses untuk mendapatkan pemimpin yang bersih tidak cukup mudah dan lama tetapi ada arah yang semakin menguat beberapa pemimpin daerah cukup bisa dipercaya. Ini meningkatkan kepercayaan pasar.

Di sisi lain, pembangunan infrastruktur di Indonesia bagian timur memberikan harapan jangka panjang.  Presiden Joko Widodo harus melanjutkan pembangunannya karena memberikan harapan. Ada perspektif politik ekonomi dan politik kebangsaan sebagai sebuah negara kesatuan di dalamnya sehingga sangat perlu hal ini dilakukan.

Secara rasional investor membaca pembangunan yang dilakukan mengarah kepada kemajuan walaupun jika dilihat dari indikator utang nilainya menjadi lebih besar karena diperlukan dalam pembangunan, tetapi pada saat bersamaan kita mempunyai kemampuan yang lebih besar untuk membayarnya. Utang memang menjadi besar tetapi selama solvable tidak menjadi masalah.

Saya yakin peringkat Indonesia akan naik lagi dari posisi saat ini yang sudah melompat 11 peringkat. Presiden Joko Widodo telah membuat statement bahwa dirinya tidak mempunyai beban politik. Hal ini merupakan sinyal, karena partai  pendukungnya cukup banyak. Walaupun Jokowi berasal dari PDIP tetapi dia tidak terbebani terlalu berat untuk membalas budi kepada partainya.

Jokowi akan membalas budi kepada banyak partai. Dia memilih bagaimana Indonesia agar menjadi lebih baik sehingga indikasi untuk menjalin kerja sama dengan partai oposisi pun semakin kuat. (sar)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Zaman Zaini, Dr., M.Si.

Dosen pascasarjana Institut STIAMI, Direktur Sosial Ilmu Politik CPPS (Center for Public Policy Studies), Staf Khusus Bupati MURATARA Sumsel

YB. Suhartoko, Dr., SE., ME

Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Keuangan dan Perbankan Unika Atma Jaya Jakarta

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Pemerintah Daerah Harus Berada di Garda Terdepan             Tegakkan Aturan Jarak Pendirian Ritel Modern dengan Usaha Kecil Rakyat             Konsep Sudah Benar, Implementasinya Gagal             Tugas Terbesar Negara, Mencerdaskan Bangsa!             Indonesia Butuh Terobosan-terobosan Progresif Bidang SDM             Penekanan pada Memobilisasi Kapasitas Modal Manusia Lokal Secara Otentik             Meritokrasi vs Kabilisme             Kendalikan Harga Pangan untuk Menekan Inflasi             Utang Semakin Besar, Kemampuan Membiayai Pembangunan Berkurang             Perhatikan Belanja Non K/L yang Semakin Membesar