BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)
Indonesia 10 Besar Pemegang Saham Bank Dunia?

Pada (26/4/2018) PDBI telah menyelenggarakan Seminar bertema "Transformasi Arsitektur Finansial Global" tentang penyelenggaraan sidang Bank Dunia/IMF di Indonesia Oktober 2018. PDBI merombak wacana diskusi dan polemik tentang acara itu yang lebih bersifat “tetek bengek” suatu curhat urusan EO (event organizer). Padahal yang jauh lebih substansial adalah apa makna sidang itu dan kebijakan apa yang akan mempengaruhi nasib Indonesia dalam Arsitektur Finansial Global baru abad 21. Ibarat kita sibuk membicarakan Asian Games, tanpa kesiapan bisa menjadi juara 5 besar atau terancam tidak masuk 10 besar. Jadi yang akan ditinjau oleh PDBI adalah masalah substantif dan esensial.

Kebetulan sidang Bali ini akan membicarakan dan menuntaskan perombangan arsitektur finansial global yang strukturnya masih berdasarkan proporsi pembagian saham atas dasar realitas tahun 1945 ketika yang mendominasi hanya Amerika Serikat dan Eropa . Sekarang sudah hampir 75 tahun situasi sudah berubah maka pemegang saham harus ditata ulang. Ada yang  turun porsi ada yang naik, yang turun harus rela dan yang naik harus siap setor dengan kekuatan ekonomi yang memang harus dimiliki dalam mengklaim porsi pemegang saham sesuai kekuatan ekonominya.

Dalam kaitan inilah Indonesia yang sekarang masih di peringkat 21 berpeluang naik masuk peringkat 10 besar tentu saja dengan menyetor juga modal setor proporsional dengan porsinya. Peluang ini terbuka dalam sidang Bali yang akan melakukan Review ke 15 menuntaskan Review 4 yang sudah berlaku sejak 2010 dan berakhir 2018 ini. Jadi konsentrasi kita seharusnya membekali delegasi RI untuk siap bila arsitektur finansial global 1945 dirombak maka RI harus memperoleh tempat terhormat di jajaran 10 besar. Tapi semua itu tentu tergantung kesatupaduan elite kita yang sayang sekali malah berdebat soal tetek bengek urusan EO. Jadi debat ini harus dirombak total menjadi debat tentang substansi masalah, bukan EO. (pso)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF