BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Direktur Institute for Development of Economics & Finance (INDEF)
Industri Besar Akan Wait and See

Pertumbuhan ekonomi itu indikator utama yang paling dilihat adalah pertumbuhan produksi. Karena walaupun pendekatannya konsumsi, harus dilihat produksinya naik tidak. Orang bisa berkelanjutan berkonsumsi itu kalau produksinya jalan.

Dengan jalannya produksi, orang mempunyai pendapatan, bisa bekerja. Jika hanya di-drive oleh konsumsi tanpa ada peningkatan produksi pasti pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2018 sebesar 5,27 persen tidak akan  berkelanjutan di semester II 2018.

Pertumbuhan juga bisa karena bansos, restra dan sebagainya tetapi itu tidak bisa terus menerus. Mungkin ada peran pilkada atau lebaran. Tetapi persoalannya kenapa konsumsi rumah tangga cuma 5,1 persen. Berbeda jika pertumbuhan konsumsi rumah tangga 5,2 persen. Masalahnya, antardata tidak nyambung.  

Kalau melihat kaitan konsumsi dengan industri, karena penggerak utama sektor produksi itu adalah industri, yang terjadi industri hanya tumbuh 3,9 persen. Jika pertumbuhan sektor produksi turun, padahal mempunyai multiflier efek besar, kita perlu khawatir apakah ini akan terus berlanjut.

Pada saat lebaran pemerintah mengimbau semua daerah untuk memberikan THR dan gaji ke-13 sekaligus, dan libur hingga 2 pekan disamping ada Pilkada serentak tetap efeknya tidak terasa signifikan karena pertumbuhan konsumsi rumah tangga hanya 5,1 persen.

Pada semester II investasi akan lebih tertahan, apalagi industri besar, kecuali pemerintah bisa mendorong UMKM. Investasi tambahan atau pertumbuhan investasi di sektor industri besar akan wait and see, menunggu kepastian di tahun politik.

Sementara itu, konsumsi momentumnya sudah tidak ada lagi. Apalagi ada semacam tantangan untuk bisa mempertahankan konsumsi rumah tangga karena beberapa hal seperti depresiasi nilai tukar rupiah, kenaikan harga minyak dunia. Jadi selain tidak mempunyai momentum, tekanan dari fluktuasi nilai tukar rupiah meningkat lagi. (sar)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

FOLLOW US

Penangkapan Faisol Tidak Berdasar             Lembaga Negara Bukan Pemungut Upeti!             Cost Recovery Bukan dari APBN             Blok Masela, Akankah mengulang sejarah Freeport?             Kebutuhan Gas Dalam Negeri Harus Diutamakan             Blok Masela Jangan Diserahkan Sepenuhnya Kepada Asing             Hendaknya Jangan Berhenti pada Sisi Produksi             Konsumen Kritik Layanan, Seharusnya Dapat Penghargaan             Saatnya Perusahaan Old School Transformasi ke Dunia Digital             Temuan TPF Novel Tidak Fokus