BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Jabatan Sebagai Wali Kota Itu Berat

Saya kebetulan berasal birokrasi dan anak buah kenal siapa saya.  Mereka tahu persis bagaimana saya selama ini bekerja, jadi anak buah saya akan mengikut saja. Pada dasarnya PNS itu akan mengikuti apa yang dicontohkan oleh pemimpinnya. Pelayanan publik yang transparan dapat menghemat biaya, semua orang bisa lihat, memiliki kepastian waktu, bisa menangkal korupsi dan KKN.

Jabatan sebagai Wali Kota itu berat karena pertanggungjawabannya bukan hanya di dunia. Saya bisa bohongi rakyat, pura-pura baik, tapi Tuhan masa bisa dibohongi. Boleh dicek di warga Surabaya, saya gak punya beban-- untuk apa? Awal-awal menjabat niat saya untuk kebaikan semuanya. Kalau saya diamkan korupsi itu kan salah. Kalau saya enak-enakan, saya bilang kepada diri sendiri “Lho Risma kok enak kamu duduk-duduk gitu”.

Saya sering berantem, saya debat free flow begitu. Pernah suatu waktu menjelang kampanye, saya datang di suatu arisan ibu-ibu. Ada seorang bapak yang saya nggak akan pernah lupakan wajahnya. Dia bilang, “Ibu-ibu amplop undangannya dibawa gak? Ibu-ibu serentak menjawab, “Nggak...”

“Itu amplop si Pak X diisi dengan uang,” kata bapak itu.

Saya bilang, maaf ya ibu-ibu saya tidak akan memberi uang, saya tidak akan membeli suara Tuhan. Kalau bapak dan ibu tidak mau, saya pamit pulang. Ibu-ibu itu menjawab, “Oh, jangan Bu, kita disini menunggu bu Risma. Kita gak butuh uang”. Saya tegaskan, mohon maaf bapak-ibu, saya tidak bisa membeli suara Tuhan. Saya juga tidak punya uang. Silakan dicek, banyak saksinya warga disitu. Kalau bapak-ibu tidak memilih saya, tidak jadi masalah. Tidak ada yang bisa mengatur jalan Tuhan, kita harus percaya ada kekuatan lain. (fai)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF