BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)
Konsumen Kritik Layanan, Seharusnya Dapat Penghargaan

Hak konsumen untuk mengajukan komplain atas sebuah layanan dilindungi UU Tentang Perlindungan konsumen. Perwakilan pelaku usaha yang membawa persoalan ini ke ranah hukum sebenarnya (langkah) terlalu jauh. Karena membawa ke ranah pidana seharusnya jadi last resort atau langkah terakhir.  

Saran kami sebagai lembaga konsumen, pihak Garuda sebaiknya menemui Rius Fernandez. Bahkan seharusnya, bagi kami, Garuda seharusnya berterima kasih atas masukannya (Rius), karena akan jadi perbaikan layanan ke depannya. 

Bahkan dari pengalaman YLKI menangani kasus semacam ini, ada pelaku usaha yang sampai memberikan award. Bagi perusahaan, (seharusnya) yang mengadukan aduan (complaint) punya value buat perusahaan untuk improvement (perbaikan) pelayanan. 

Baik komplain maupun review basisnya sama yakni experience (pengalaman saat menggunakan layanan). Pertama, yang penting adalah (memiliki) evident piece (barang bukti). Kemudian, yang harus hati-hati pada judgement (penilaian). Bila memberi advokasi pada konsumen kami menghindari judgement, tapi minta (bukti) faktanya dahulu. 

Ketika melakukan judgement, apalagi hasilnya negatif, maka harus diverifikasi betul. Karena bisa jadi persoalan. 

Sementara itu, bila kasus ini berlanjut hingga ke pengadilan, menang atas kasus hukum terhadap konsumen nggak ada kebaikannya. Justru tadi, pengalaman YLKI, kalau sebuah korporasi melakukan kriminalisasi terhadap konsumen, akan ada impact (dampak) baik secara ekonomi dan sosial. Nama baik perusahaan akan rusak. Akan ada cost (biaya) lebih banyak untuk recovery (perbaikan). (ade)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Zaman Zaini, Dr., M.Si.

Dosen pascasarjana Institut STIAMI, Direktur Sosial Ilmu Politik CPPS (Center for Public Policy Studies), Staf Khusus Bupati MURATARA Sumsel

YB. Suhartoko, Dr., SE., ME

Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Keuangan dan Perbankan Unika Atma Jaya Jakarta

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Pemerintah Daerah Harus Berada di Garda Terdepan             Tegakkan Aturan Jarak Pendirian Ritel Modern dengan Usaha Kecil Rakyat             Konsep Sudah Benar, Implementasinya Gagal             Tugas Terbesar Negara, Mencerdaskan Bangsa!             Indonesia Butuh Terobosan-terobosan Progresif Bidang SDM             Penekanan pada Memobilisasi Kapasitas Modal Manusia Lokal Secara Otentik             Meritokrasi vs Kabilisme             Kendalikan Harga Pangan untuk Menekan Inflasi             Utang Semakin Besar, Kemampuan Membiayai Pembangunan Berkurang             Perhatikan Belanja Non K/L yang Semakin Membesar