BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)
Konsumen Kritik Layanan, Seharusnya Dapat Penghargaan

Hak konsumen untuk mengajukan komplain atas sebuah layanan dilindungi UU Tentang Perlindungan konsumen. Perwakilan pelaku usaha yang membawa persoalan ini ke ranah hukum sebenarnya (langkah) terlalu jauh. Karena membawa ke ranah pidana seharusnya jadi last resort atau langkah terakhir.  

Saran kami sebagai lembaga konsumen, pihak Garuda sebaiknya menemui Rius Fernandez. Bahkan seharusnya, bagi kami, Garuda seharusnya berterima kasih atas masukannya (Rius), karena akan jadi perbaikan layanan ke depannya. 

Bahkan dari pengalaman YLKI menangani kasus semacam ini, ada pelaku usaha yang sampai memberikan award. Bagi perusahaan, (seharusnya) yang mengadukan aduan (complaint) punya value buat perusahaan untuk improvement (perbaikan) pelayanan. 

Baik komplain maupun review basisnya sama yakni experience (pengalaman saat menggunakan layanan). Pertama, yang penting adalah (memiliki) evident piece (barang bukti). Kemudian, yang harus hati-hati pada judgement (penilaian). Bila memberi advokasi pada konsumen kami menghindari judgement, tapi minta (bukti) faktanya dahulu. 

Ketika melakukan judgement, apalagi hasilnya negatif, maka harus diverifikasi betul. Karena bisa jadi persoalan. 

Sementara itu, bila kasus ini berlanjut hingga ke pengadilan, menang atas kasus hukum terhadap konsumen nggak ada kebaikannya. Justru tadi, pengalaman YLKI, kalau sebuah korporasi melakukan kriminalisasi terhadap konsumen, akan ada impact (dampak) baik secara ekonomi dan sosial. Nama baik perusahaan akan rusak. Akan ada cost (biaya) lebih banyak untuk recovery (perbaikan). (ade)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Said Didu

Sekretaris Jenderal Kementerian BUMN 2005-2010

Abra Talattov

Peneliti INDEF

Inas N Zubir

Politisi Hanura