BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (FORMAPPI)
Kritik Melalui Stand Up Comedy Tak Relevan

Saya kira cara DPR untuk membuktikan bahwa mereka tidak anti kritik dengan menggelar stand up comedy kritik DPR tak punya pesan apa-apa selain lucu dan tertawa. Pesannya langsung dilupakan begitu lawakan berakhir. 

Tapi paling tidak dengan menggelar stand up comedy DPR bisa menertawai diri mereka. Pesan tersembunyi dibalik materi lawakan mungkin tak akan menjadi bahan untuk merubah DPR,  karena mereka pasti akan menganggap aspirasi melalui stand up comedy hanya lelucon saja. 

Jadi sebenarnya yang terjadi selama ini bukan bahwa DPR itu tidak suka dikritik. Yang dikritik itu adalah cara mereka menghambat kritik dengan mendesign UU yang bisa melindungi diri dari kritikan. 

Jadi kritikan melalui stand up comedy tidak relevan dengan kebutuhan. Kebutuhan publik adalah bagaimana DPR bisa menyerap kritik untuk dijadikan bahan atau bekal dalam merubah diri dan lembaga. 

Kritikan sudah sangat banyak tanpa DPR bisa menahannya tetapi semuanya tak permah mampu merubah apa yang dikritik oleh publik. DPR malah lebih sibuk merasionalisasi diri ketika merespons kritikan. 

Dengan begitu stand up comedy kritik terhadap DPR tak punya makna apa-apa selain menghibur diri sendiri. 

Mestinya yang dilakukan DPR adalah menggelar lomba untuk mereka sendiri dalam menghasilkan sesuatu. Itu lebih penting ketimbang basa-basi seremonial hari ulang tahun DPRyang tak lebih dari pesta saja.

Kompetisi antat anggota dan fraksi dalam merebut kepercayaan publik jauh lebih mendesak ketimbang menyajikan dagelan untuk menertawai diri sendiri. (ast)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF