BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Akademisi, Pengamat Kebijakan Publik Universitas Tadulako
Langkah PKS di Oposisi Perlu Diapresiasi

Langkah PKS di Oposisi Perlu DiapresiasiSikap politik PKS untuk berada di dalam oposisi patut hargai. Hal ini bisa dikatakan PKS sebagai partai penyeimbang untuk senantiasa mengontrol partai penguasa. Meskipun nantinya diperhadapkan dengan berbagai konsekuensi politik.

Kita berharap dengan keinginan PKS untuk berada dalam oposisi tidak terjadi fragmentasi internal partai. Karena ini justru nantinya akan melemahkan PKS untuk melakukan control terhadap partai penguasa. Polarisasi bisa saja terjadi pada setiap parpol karena mereka didorong dengan berbagai kepentingan.

Menurut pengamatan saya, selama periode 5 tahun PKS berada di luar pemerintahan cenderung  peran controlnya terhadap partai penguasa belum maksimal. Hal ini karena masih terjadi friksi di internal PKS.

Sikap PKS yang memiliki integritas untuk tetap berada dalam oposisi patut diberi apresiasi  meskipun tidak mendapat apa-apa. PKS juga memiliki fatsun politik yang cukup tinggi. Meskipun secara teori politik, pilihan ini terkesan kurang tepat. Misal Partai Demokrat dan PAN tetap merapat ke Jokowi, maka kekuatan politik oposisi akan semakin melemah. (mkn)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

FOLLOW US

Polisi Tunduk Pada Hukum             Inovasi Kebijakan yang Tidak Menjual             Kebijakan Tergantung Tujuan Awalnya             Kebaya Tak Perlu Dipertanyakan             Penggalian Nilai Budaya Dibalik Kebaya             Berkebaya Adalah Kesadaran             Penangkapan Faisol Tidak Berdasar             Lembaga Negara Bukan Pemungut Upeti!             Cost Recovery Bukan dari APBN             Blok Masela, Akankah mengulang sejarah Freeport?