BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Advokat, Pengajar Fakultas Hukum Universitas Trisakti
Lemahnya Karakter, jadi Pemicu Korupsi

Menurut saya ada dua hal yang bisa mendorong seseorang kepala daerah melakukan korupsi. Pertama, sistem politik kita yang mahal. Dalam arti membutuhkan biaya tinggi. Dimulai dari sewa perahu partai, pembiayaan tim sukses (termasuk biaya survei dan saksi), biaya kampanye di masyarakat  dan seterusnya. Situasi ini mustahil bisa dipenuhi oleh "orang-orang" yang hanya punya orientasi pengabdian kepada masyarakat. Sehingga dia harus mencari sponsor, dan "utang" pada sponsor inilah juga seringkali menjadi faktor pendorong korupsi para Kepala Daerah.

Kedua, lemahnya karakter seorang kepala daerah melawan sistem keuangan penyelenggaraan pemerintahan juga ikut berperan besar mendorong terjadinya korupsi. Meskipun di sana-sini sudah diciptakan sistem pengawasannya, tetapi karena ketidak berdayaan sang kepala daerah, akhirnya ikut larut dalam situasi ini yang juga melibatkan peran DPRD.

Soal masih banyaknya pihak yang mau menjadi kepala daerah, tentu saja harus dilihat sebagai bagian dari keinginan mengembangkan diri di satu pihak, di lain sisi juga anggapan bahwa "terkena OTT KPK" itu bagian dari nasib sial saja dan itu sebuah risiko yang harus diterima, krn mereka juga mengerti pola ini terjadi pada seluruh sistem pilkada. Inilah sisi negatif dari demokrasi langsung di satu sisi, dan lemahnya kelembagaan partai politik sebagai pemasok kader pimpinan bangsa.

Kalau negara membiayai ongkos politik, sudah dicoba, sekarang biaya kampanye resmi sudah ditanggung negara. Tetapi kembali kepada manusianya. Bisa terjadinya korupsi itu karena dua hal, antara lain: karena kebutuhan (needs) (para kepala daerah yang tidak punya modal itu ada di situasi ini); dan karena keserakahan (greedy). Ini biasanya dilakukan oleh kepala daerah ada yang sudah kaya, tapi terus menumpuk kekayaan (seperti Najib Rajak di Malaysia).

Meski belum tentu penegakan hukum bisa menyelesaikannya, tapi pada saat ini rasanya menjadi pilihan yang tepat dengan menghukum secara maksimal seumur hidup bagi para koruptor. (ast)  

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF