BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Advokat, Ketua Badan Bantuan Hukum PA GMNI
Misteri Penolakan Bebas Bersyarat?

Di media sedang ramai dibicarakan mengenai keputusan ahok menolak bebas bersyarat yang diberikan oleh Dirjen Lapas, isu ini menjadi ramai karena diasumsikan tidak ada narapidana yang betah berlama-lama di tahanan sehingga  hak yang diberikan undang-undang untuk mengurangi masa hukuman misalnya remisi, asimilasi, bebas bersyarat dll pasti akan diupayakan utk diperoleh narapidana.

Ketentuan bebas bersyarat diatur dalam  Permenkumham No. 3 Tahun 2018  dimana narapidana berhak mengajukan permohonan bebas bersyarat setelah menjalani 2/3 masa pidananya.

Pembebasan bersyarat merupakan program yang bertujuan untuk mengintegrasikan narapidana kedalam kehidupan masyarakat setelah narapidana memenuhi syarat yang ditentukan. 

Bagi yang akan mengajukan bebas bersyarat, disamping telah menjalani 2/3 masa hukuman, seorang narapidana harus telah mengikuti program pembinaan dengan baik, tekun dan bersemangat dengan dibuktikan laporan perkembangan pembinaan yang ditandatangani oleh Kalapas atas rekomendasri dari tim pengamat pemasyarakatan, Kalapas akan mengusulkan ke Dirjen Pemasyarakatan untuk diverifikasi dan disetujui.

Oleh karenanya wacana yang mengatakan ahok menolak pemberian bebas bersyarat itu tidak sepenuhnya benar, untuk mendapat bebas bersyarat  harus melalui prosedur permohonan yang nantinya akan pertimbangkan disetujui atau tidak oleh Dirjen Pemasyarakatan atas nama menkumham, artinya tidak otomatis diberikan kepada narapidana yang telah menjalani 2/3 masa hukuman.  

Yang menjadi pertanyaan publik adalah kenapa Ahok tidak berkeinginan  mengajukan bebas bersyarat  dan bersedia menjalani masa hukuman sesuai vonis hakim?  Banyak yang menilai sikap Ahok bentuk kepatuhannya terhadap hukum bahkan ada yang mengangap saat ini Ahok merasa lebih nyaman berada di Mako Brimob dibanding diluar yang sedang riuh urusan capres-capresan, entahlah.

Perlu dicermati juga selama ini banyak pihak yang mempersoalkan tempat ahok menjalani hukuman di rutan Mako Brimob kenapa belum juga dieksekusi dipindahkan ke lapas cipinang agar beliau bisa menjalani program pemasyarakatannya dengan baik sebagai salah satu syarat untuk mendapat hak bebas bersyarat.

Mungkin potensi terjadinya polemik ini yang dihindari Ahok jika saja pengajuan bebas bersyaratnya disetujui oleh Dirjen Pemasyarakatan.

Mengenai penggunaan istilah bebas murni terkait keinginan Ahok menjalani masa hukuman sesuai vonis hakim mungkin perlu diluruskan karena Istilah bebas murni pada dasarnya adalah putusan (vonis) hakim yang menyatakan terdakwa tidak bersalah atas  tindak pidana yang didakwakan, sedangkan  Ahok sudah divonis bersalah dan dihukum  2 tahun sehingga tidak pas istilah itu dipakai sebagai alasan untuk menjalani masa hukuman sesuai vonis hakim. (cmk)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF