BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM
Optimalkan Koordinasi antar Kementerian/Lembaga

Pertemuan tahunan IMF dan WB sudah berlangsung sejak 1947 dan mulai tahun 2000 digunakan sistem penyelenggaraan pertemuan dua kali di Washington DC lalu diikuti pertemuan yang di salah satu negara anggota IMF/WB. Indonesia adalah negara ke-6 yang menjadi tuan rumah pertemuan tahunan IMF dan WB setelah UAE, Singapura, Turki, Jepang dan Peru. Masih belum begitu jelas manfaat yang didapat negara-negara tuan rumah terdahulu dari pertemuan tahunan IMF dan WB. Hal ini menjadi PR bagi Indonesia sebagai tuan rumah pertemuan untuk memaksimalkan manfaat pertemuan yang menelan biaya tidak sedikit. Bagaimana hal itu dapat dilakukan?

Pertemuan tahunan IMF dan WB sudah jelas merupakan agenda milik kedua lembaga keuangan dunia sehingga peran tuan rumah utamanya menyediakan tempat dengan segala fasilitasnya agar acara pertemuan dapat lancar sesuai rencana yang disusun utamanya oleh IMF dan WB. Mencermati hiruk pikuk pertemuan yang akan dihadiri 189 negara dan sekitar 15 ribu peserta maka setidaknya dari perspektif jangka pendek akan ada keuntungan bagi ekonomi lokal di Bali khususnya sektor pariwisata sebagaimana perhelatan-perhelatan kelas dunia lainnya. Kemudian, jika pertemuan berjalan sukses maka citra Bali, Indonesia menjadi semakin populer sebagai destinasi wisata dunia. Namun kiranya manfaat pertemuan tahunan IMF dan WB tidak sebatas manfaat ekonomi di sektor pariwisata dan sektor terkait lainnya. Kehadiran delegasi dari berbagai negara dapat menjadi manfaat bagi pemerintah membahas dan syukur-syukur dapat menyelesaikan berbagai agenda ekonomi yang tengah dihadapi saat ini baik yang bersifat bilateral maupun regional, misalnya penjajakan dan peningkatan Bilateral local Swap Currency Agreement dengan negara-negara mitra dagang Indonesia di tengah maraknya perang dagang dewasa ini atau  pembahasan produk-produk minat mitra dagang yang masih terkendala hambatan baik tarif ataupun non tarif atau penawaran proyek-proyek investasi infrastruktur Indonesia yang menarik bagi negara-negara tertentu sebagai mitra strategis. 

Sebaiknya Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk dapat ambil bagian dalam acara ini, antara lain Kemenristekdikti yang dapat mengundang akademis dari berbagai universitas untuk menyiapkan berbagai forum kecil yang melibatkan para delegasi pertemuan untuk membahas berbagai topik menarik dan syukur-syukur memberi solusi atas masalah sosial ekonomi saat ini di dunia. Kementerian perindustrian, perdagangan dan BKPM dapat juga mengundang pelaku usaha Indonesia untuk berdialog dengan para delegasi pertemuan dalam forum-forum yang sudah dirancang secara khusus membahas topik minat tertentu. Menjadi peran utama Kemenkominfo untuk memfasilitasi semua kegiatan tersebut berbasis teknologi secara efektif dan efisien. 

Jangka panjang, Indonesia dapat menorehkan cetak biru untuk mata acara pertemuan tahunan IMF dan WB selanjutnya di negara-negara anggota dengan mengusulkan adanya sesi resmi Local Wisdom Learning and Sharing yang melibatkan akademisi, budayawan, tokoh masyarakat lokal yang dapat berkontribusi terhadap tantangan ekonomi dunia yang semakin kompleks saat ini dan waktu mendatang.  Hal ini dapat dimasukkan juga dalam Komunike IMF dan WB yang biasa disampaikan pada akhir pertemuan tahunan sebagai kesimpulan dan sekaligus pesan bagi warga dunia mengenai tantangan maupun harapan perekonomian dunia sampai pertemuan tahunan IMF dan WB setahun mendatang. 

Pertemuan tahunan IMF dan WB sudah di ambang pintu dan tidak ada guna lagi mencela atau berusaha menghambat. Ini sudah menjadi tugas Indonesia untuk mensukseskannya dan walau biaya demikian besar namun manfaat harus diambil secara maksimal. (pso)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF