BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pakar di Bidang Administrasi, Guru Besar Fakultas Ilmu Administrasi UI
PBB Terbatas Hanya Bisa Memutuskan 16 Ribuan Pulau

Karena aspek teknis Global Climate/pemanasan global maka permukaan laut meninggi. Sehingga apabila tadinya terlihat ada sebuah pulau, namun pas permukaan air laut meninggi, maka bisa saja banyak pulau yang daratan dan permukaan tanahnya hanya berketinggian 0 hingga 1 meter dpl (di atas permukaan laut) pun tenggelam. Dalam arti tidak terlihat kasat mata lagi, akibat terselimuti  oleh permukaan laut yang meninggi.  Lain perkara jika kebetulan permukaan air laut merendah. Boleh jadi akan bermunculan pulau-pulau kecil atau gugusan atol yang semula tidak tampak karena tertutup air.

Hal teknis anomali alam seperti pemanasan global itulah yang membuat proses penghitungan jumlah nyata pulau-pulau di seantero perairan dalam maupun luar Indonesia menjadi tidak mudah.  Dalam arti perlu diverifikasi  dan divalidasi kembali.  Padahal masalah teknis operasional dan pembiayaan tim untuk itu juga tidak semudah yang diperkirakan.

Di sisi lain, ada juga kemungkinan yang secara politis teknis bisa menimbulkan kerawanan baru dalam arti integritas wilayah teritorial NKRI. Yaitu manakala karena ada lagi pulau di wilayah perbatasan kita tidak dirawat baik.  Maka, bisa jadi pulau tersebut akan diklaim oleh pihak yang merawatnya. Nah, jangan sampai tragedi begitu terulang lagi, seperti dalam kasus Pulau Sipadan dan Pulau ligitan, yang kemudian dimenangkan oleh Malaysia dalam Mahkamah Internasional.  Kini kedua pulai tersebut dijadikan resort area oleh negara jiran tersebut.

Sehingga kesimpulannya, penghitungan, penamaan, dan pendaftaran puluhan ribu pulau-pulau kita itu memang masih jauh dari selesai.  Makanya PBB sendiri terbatas hanya bisa nemutuskan sekitar 16 ribuan pulau besar dan kecil, sesuai dengan jumlah gasetir pulau yang dilaporkan Indonesia  kepada United Nations Group of Experts on Geographical Names (UNGEGN). (dpy)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF