BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Direktur Lembaga Kajian Hukum dan Demokrasi
PKS dan PAN Legowo, Demokrat Terpaksa

Terkait Pasangan Capres-cawapres, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, PKS dan PAN tentu sudah melakukan kesepakatan politik dengan Prabowo sebagai ketua umum Gerindra sekaligus capres. Selain itu, PKS dan PAN bersama Gerindra selama ini konsisten berada di pihak oposisi pemerintah. Artinya, Mereka tetap menjaga posisi tersebut bersama Gerindra hingga Pilpres 2019. 

Terlepas dari benar tidaknya tuduhan Andi Arief soal mahar politik, PAN dan PKS tentu mempunyai pertimbangan lain sebelum menyepakati pilihan Prabowo meminang Sandiaga Uno. Sandi Uno diperhitungkan karena dia sudah berhasil di Pilkada DKI Jakarta. Jadi, kekuatan Sandi patut diperhitungkan, karena dia sudah memiliki jaringan yang luas. Kemenangan Anies di Pilkada DKI tidak terlepas dari keberadaan Sandiaga Uno, sebagai pendampingnya.

Bagaimana dengan Demokrat? Sehari sebelum pendaftaran, Andi Arief sempat menyindir Prabowo sebagai Jenderal Kardus karena mengingkari kesepakatan antara Gerindra-Demokrat untuk mengusung AHY. Namun, karena PAN dan PKS sudah memutuskan untuk mendukung Prabowo-Sandiaga, Demokrat kehilangan teman. Partai Demokrat kebingungan menentukan pilihan karena sulit berada di kubu Jokowi-Ma'ruf dan juga negoisasi dengan Gerindra gagal. 

AHY yang digadang-gadang akan berpasangan dengan Prabowo tidak bisa tercapai. Dalam Kondisi itu, Demokrat tampaknya secara terpaksa berada di kubu Prabowo. Jika tidak memilih salah satu kubu, partai Demokrat akan terancam di Pilpres 2024. Jadi, posisinya benar-benar terjepit akibat manuver politik yang tak mudah dibaca. (ast)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF