BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pengamat Budaya
Pandangan Harun Yahya Anti-sains

Kenapa pandangan-pandangan Harun Yahya diminati? Karena pandangannya disajikan dalam buku-buku yang sangat dan disandingkan dengan video-video yang enak dilihat. Topik-topiknya sendiri sensasional, menawarkan pandangan alternatif terhadap hegemoni sains. Kita memang harus akui, produk kayak (Harun Yahya) begini yang mengkritik sains Barat dan kemajuan-kemajuannya dengan sangat keras termasuk muatan teori konspirasi yang menyertainya, sangat menarik bagi umat Islam di Indonesia dan banyak tempat di dunia ini karena mengembangkan perasaan tertindas, sedang tersingkirkan. 

Abad 19 dan 20 sangat keras mulai dari kolonisasi Barat pada negara-negara Islam yang itu dipersepsi sebagai kekalahan. Orang Islam kemudian mencari jawabnya pada hilangnya peran agama dalam dunia modern. Nah, sains sangat dominan di abad 20. Kemajuan Barat sangat dibantu sains dan teknologi, sementara perasaan umat Islam sedang kalah. Maka, ketika ada kritik macam (Harun Yahya) ini, langsung menarik perhatian. Ditambah kemasannya yang menarik. Bila disimak, ia mencicil sedikit demi sedikit pandangan kreasionisme dan teori konspirasinya. Yang banyak adalah visualisasi tentang alam semesta. 

Nah, kemasan (yang keren) dan perasaan bahwa ini jawaban alternatif ketertinggalan dunia Islam dan umat Islam sangat kuat (menarik minat) orang Indonesia. Akarnya adalah perasaan minder dan terpinggirkan. Perasaan ini bukan tak ada dasarnya. Cuma respon tas hegemoni sains Barat banyak yang memilih responnya jadi anti-sains. Boleh kembali ke agama, tapi kembali ke agama sebagai sistem nilai, sistem etika. Tapi yang (dipakai) ini sebagai identitas dan alternatif bagaimana memahami dunia saat ini bekerja. Yang dipercaya kemudian adalah, "Sains Barat mendominasi bukan karena benar, tapi sebagai bentuk penjajahan dan ada konspirasi di balik itu karena hendak menghancurkan Islam."

Pandangan Harun Yahya yang kemudian populer di sini pada akhirnya anti-sains. Kalau soal keseimbangan agama dengan sains, Einstein juga punya empati terhadap agama. Harun Yahya memberi jawaban-jawaban memuaskan. Apalagi bila kita bicara cara ia mengemasnya. Orang-orang yang tergolong pintar pun senang dengan pandangannya, walaupun mengerti ada problem di video-video itu. Orang yang punya semangat sains di kalangan Muslim juga pada awalnya terbantu. Tapi, yang lebih banyak lagi, orang kemudian masuk ke ajakan Harun Yahya untuk anti-sains.Yang ia sampaikan sangat emosional. Teori Evolusi disederhanakan jadi sekadar manusia keturunan monyet adalah hasil konspirasi Yahudi. 

Namun, saya juga mesti bilang ada yang menikmati video-video Harun Yahya di bagian awal, tapi kritis terhadap pemikiran-pemikirannya. Tapi itu sedikit. Yang menarik kejadian di IPB (Institut Pertanian Bogor) awal 2000-an, (mahasiswa yang menonton video Harun Yahya) jadi benaran anti-sains. Padahal di kampus ia belajar sains. Sampai-sampai Prof. Wildan Yatim menulis esai merisaukan kenapa banyak yang terpengaruh pemikiran Harun Yahya yang sebetulnya pseudosains di kalangan mahasiswa IPB, orang-orang yang belajar dan berdisiplin sains. Yang disasar Harun adalah nalar emosional, bukan lagi nalar kritis atau nalar ilmiah. Orang senang merasa "terselamatkan" dari pandangan manusia keturunan monyet sekaligus dari konspirasi Yahudi. 

Saya sebenarnya kagum pada orang yang masih percaya Harun Yahya. Sebab, buat dia, semua selesai dengan jawaban: segalanya konspirasi. Orang jadi mengabaikan moralitas sosoknya. Ini semua karena mereka (yang percaya Harun Yahya) nggak punya pegangan, jadi ambil yang paling cepat. Ya, video-video dan buku Harun Yahya.  (ade)      

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF