BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior
Panggung Kepalsuan

Pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Bali pada Oktober mendatang adalah panggung untuk memamerkan mujarabnya resep kedua raksasa ini bagi perekonomian nasabahnya. Indonesia akan dijadikan contoh sebagai salah satu bukti kemujaraban itu. .

Indonesia sendiri bisa memanfaatkan panggung tersebut untuk memamerkan kepiawaiaannya dalam pembangunan. Bila berhasil, Indonesia akan memperoleh kepercayaan lebih besar dari para kreditor dan investor mancanegara. Popularitas Jokowi pun bakal melambung.

Nama Indonesia bakal makin harum bila di Bali nanti Bank Dunia dan IMF kembali memuji Indonesia. Dalam kunjungannya ke Indonesia pada Februari lalu, Direktur pelaksana IMF Christine Lagarde memuji pemerintah karena telah mengambil langkah-langkah tepat untuk memperkuat perekonomian nasional. Pujian yang sama juga diberikan presiden Bank Dunia Kim Yong Kim ketika berkunjung ke Indonesia. Indonesia--katanya--salah satu tempat terbaik untuk investasi.

Sayangnya, setelah pujian-pujian berkelas dunia itu, rupiah makin loyo. Presiden pun turun tangan dengan memerintahkan semua BUMN mengurangi impor karena cadangan devisa merosot sangat cepat. Biang keladinya adalah defisit neraca perdagangan yamg kian tak terkendali.

Perdebatan terbuka antar menteri pun tak terelakkan. Kali ini antara Menkeu Sri Mulyani versus Menko Maritim Luhut Panjaitan. Diawali dengan pernyatan Sri Mulyani bahwa proyek infrastruktur yang tidak urgen dan kandungan impornya tinggi bisa dipertimbangkan kembali dan dijadwal ulang. Lalu ditimpali oleh luhut dengan menyatakan tak perlu ada penundaan pembangunan infrastruktur.

Catatan BKPM tak kalah merunyamkan. Realisasi penanaman modal asing kuartal kedua tahun ini merosot 12,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ini adalah kemerosotan pertama sejak 2013. Pada kuartal kedua tahun lalu realisasi penanaman modal asing tercatat 109,9 triliun rupiah, tahun ini menjadi 95,7 triliun rupiah.

Nah, bila situasi terus memburuk, apalagi bila disertai PHK massal, perhelatan besar IMF-bank Dunia di Bali bisa menjadi panggung besar untuk mempertontonkan betapa palsunya kedua lembaga keuangan tersebut, dan buruknya pengelolaan perekonomian Indonesia. (pso)

 

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF