BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI
Pembatalan Kenaikan Cukai Rokok Sangat Tidak Bijaksana

Pembatalan kenaikan cukai rokok sangat tidak bijaksana. Ini bertentangan dengan hukum alam kebijakan pemerintah yang berfungsi untuk mengurangi permasalahan.

Pemerintah melupakan fungsi kebijakan cukai sebagai instrumen pengendalian konsumsi. Jika cukai rokok tidak dinaikkan harganya maka harga rokok akan menjadi relatif lebih murah dari barang lainnya. Sehingga harga rokok akan semakin terjangkau. Bisa diduga dengan mudah konsumsi rokok akan meningkat.

Rilis riset kesehatan dasar 2018 menunjukkan peningkatan prevalensi perokok muda dari 7 persen menjadi 9 persen, semakin menjauh dari Target pemerintah 5 persen. 

Penyakit tidak menular yang katastropik juga meningkat tajam seperti stroke, serangan jantung dan kanker yang sangat terkait dengan konsumsi rokok.

Pembangunan ekonomi haruslah berlandaskan atas masyarakat yang sehat dan membuat masyarakat semakin sehat.

Pembatalan ini juga tidak sesuai dengan janji bapak presiden yang akan memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia. Hal ini seolah olah masyarakat didorong merokok demi stabilitas politik, demi penerimaan negara dan demi naiknya keuntungan industriawan rokok. 

Pemerintah harus taat pada konstitusi untuk mengurangi konsumsi rokok dan tidak tunduk pada tekanan industri rokok. (pso)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF