BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Direktur Eksekutif Nasional WALHI
Pemimpin Akuntabel Harus Penuhi Janji kepada Rakyat

Sudah jamak dalam kontestasi politik para politisi memanfaatkan isu-isu yang menjadi concern publik sebagai jualan kampanye, termasuk Jokowi-Ahok (saat Pilgub) dan Anies-Sandi. Dan sudah sewajarnya publik menagih janji tersebut sebagai bentuk akuntabilitas pejabat yang dipilih.

Dalam kontestasi politik, pemodal besar pasti memiliki kepentingan terhadap pejabat yang terpilih karena mereka harus memastikan bisnisnya dapat terus berjalan dan keuntungan dapat terus dikeruk, kalau perlu dengan dukungan regulasi yang dibuat pemerintah. Namun interest mereka tidak berdasarkan alasan-alasan tentang terwujudnya kondisi bermasyarakat yang ideal, tapi lebih pada maksimalisasi keuntungan jangka pendek bagi pemodal dan kelompoknya.

Maka menjadi naif jika menganggap proses kontestasi politik seratus persen steril dari kepentingan-kepentingan tersebut di atas.

Yang akan membedakan kualitas pemimpin yang satu dengan yang lain kemudian adalah keberpihakan. Apakah mereka akan berpihak pada rakyat pemilih yang berjasa langsung pada terpilihnya mereka dengan pergi ke TPS dan mencoblos? Atau keberpihakan mereka akan lebih banyak kepada pemodal besar yang sebenarnya tidak terlalu peduli dengan keberlanjutan kepemimpinan mereka atau siapa pun yang memimpin, asalkan mereka bisa melanggengkan bisnisnya. 

Menjadi kewajiban kita sebagai warga negara memastikan pejabat publik tetap menjaga dan memenuhi janji-janji kampanyenya. Kritik dan peringatan harus selalu disampaikan. Sebagaimana proses-proses pemilihan sebelumnya, beri waktu para pemimpin tersebut bekerja, sambil terus diawasi kinerja dan komitmennya. Dan pemimpin yang berpihak pada rakyat semoga akan selamat. (cmk)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

YB. Suhartoko, Dr., SE., ME

Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Keuangan dan Perbankan Unika Atma Jaya Jakarta

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

FOLLOW US

Investor Tak Terpengaruh Prediksi Ekonomi RI             Moody’s Tak Tahu Jeroan Indonesia             Ada  Gap, Ada Ketimpangan             Prioritas Utama Tingkatkan Pertumbuhan             Dana Desa Berhadapan dengan Kejahatan Sistemik             Pembangunan Desa Tidak Bisa Berdiri Sendiri             Harus Disadari, Korupsi akan Mengikuti Kemana Uang Mengalir             Banyak Hal Harus Dibenahi dengan kebijakan Strategis dan Tepat             Pertumbuhan Konsumsi Berpotensi Tertahan             Amat Dibutuhkan, Kebijakan Pertanian yang Berpihak pada Petani!