BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pemimpin Harus Jadi Contoh

Benteng pertahanan saya sudah habis, tersisa tinggal satu lapis yaitu kesehatan saya. Saya gak merasa diri saya berani. Jujur saya gak merasa berani. Saya hanya coba menjalankan yang saya bisa, mampu, dan kuat saya lakukan.

Saya berprinsip “Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani” artinya saya harus jadi panutan, memberi contoh anak buah, mendukung anak buah agar bekerja dengan baik. Tidak ada jaminan seluruh anak buah saya mau mengikuti irama saya sebagai Bupati Batang. Saya harus berusaha menjadi pemimpin yang baik.

Selain sebagai panutan, pemimpin juga bapak, guru, teman, sekaligus komandan. Kadang harus bertindak sebagai adik, harus lengkap, yang susah selama saya menjalani kewajiban sebagai bupati adalah membangun SDM yang bagus dan bagaimana anak buah taat aturan.

Yang mengerikan, saya tahu punya uang seragam dan tunjangan kesehatan ke dokter itu tahun kedua sebagai Bupati. Gak ada yang ngajarin saya. Membangun sistem sebagus apapun, bila digawangi orang-orang yang tidak jujur ya percuma saja.

Selama dunia ini masih ada, gak akan bisa memberantas korupsi. Gak ada yang bisa jamin. Saya buat surat yang ditempel di meja kerja anak buah, “Wahai Kepala Dinas, jika ada orang yang mengatasnamakan saya, adik saya, kakak saya, keluarga saya, tim sukses saya atau siapapun yang mengatasnamakan saya, yang meminta proyek agar tidak dilayani atau diladeni.”

Saya menerapkan Pakta Integritas yang disaksikan LSM dan Universitas di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Semua proyek melalui lelang terbuka. Saya dirikan UPKP2, sebuah institusi di luar pemerintah daerah yang independen untuk menjembatani komplain masyarakat kepada pemerintah daerah. Setiap tahun diselenggarakan Festival Anggaran, dibuka semua APBD, pengeluaran dan pemasukan proyek-proyek, bahkan gaji saya dan Wakil Bupati, semua dibuka secara transparan. (fai)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF