BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Dosen Hubungan Internasional President University/ Direktur Eksekutif Berdikari Center
Pemutaran Film 30 S/PKI

Saya kira film Pengkhianatan G30S/PKI yang diramaikan ini cocok diputar di ruang-ruang kelas perkuliahan, baik pada perguruan tinggi sipil maupun pendidikan dinas kemiliteran, sebagai materi pengajaran. Ini sebuah karya yang lebih pas diputar untuk didiskusikan dalam kelas-kelas dan perkuliahan-perkuliahan, bukan sebuah karya yang diinstruksikan untuk ditonton dalam lingkup lembaga pemerintahan.

Dari perspektif disiplin sejarah, banyak temuan dan penyingkapan sumber-sumber rujukan baru atas peristiwa yang difilmkan, dalam rentang waktu antara ketika film tersebut dibuat hingga saat ini. Boleh jadi, beberapa penggal peristiwa yang ditampilkan dalam film tersebut tidak lagi sesuai dengan kejadian yang sebenarnya, menurut sumber-sumber rujukan baru yang ditemukan tersebut.

Dengan demikian, justru karena diputar sebagai materi pengajaran, maka para mahasiswa dan para kadet militer calon pemimpin Indonesia di masa depan memiliki wawasan yang baik dan luas tentang sejarah yang dicoba untuk dipotret oleh film tersebut. Sejarah atas sebuah peristiwa besar dalam kehidupan bangsa Indonesia. Wawasan baru yang lebih mendalam akan didapat setelah mendiskusikan film yang ditonton sebagai sebuah materi belajar. Sebelum jadwal pemutaran, para mahasiswa dan kadet dapat membuat riset awal memperkaya bekal pengetahuan dengan sumber-sumber rujukan lain. Misi pembelajaran melalui film akan lebih efektif dan mengena.

Ketika sebuah film dicomot keluar dari konteks dan diinstruksikan untuk ditonton, oleh lembaga pemerintah apapun, maka ini sesuatu yang tidak tepat. Ini justru dapat melemahkan otoritas masing-masing lembaga pemerintahan yang sudah diatur masing-masing tugas dan fungsinya. Ini juga berpotensi mengganggu hubungan antar lembaga, tentang siapa dan lembaga mana yang saharusnya menjalankan tugas masing-masing seperti yang telah diatur dalam regulasi yang ada, baik itu undang-undang atau peraturan di bawahnya. Hal yang lain lagi, ini juga menimbulkan beberapa pertanyaan yang tidak perlu dan tidak seharusnya, hanya membuat kegaduhan tanpa nilai tambah yang sepadan.

Banyak film berbasis sejarah telah diproduksi. Film terbaru dan meledak di pasar, dengan penggemar sebagian besar remaja, adalah Dunkirk yang mengisahkan satu penggalan dari peristwa Perang Dunia II di Eropa. Tentang Perang Dunia II sendiri telah banyak film dengan perspektif yang berbeda-beda telah diproduksi. Semuanya adalah bahan hiburan, dan untuk kami yang di pendidikan, adalah bahan hiburan dan sekaligus materi pelajaran. Dari banyak film tentang Perang Dunia II, misalnya, saya menganjurkan mahasiswa untuk menonton film yang agak panjang dengan 13 seri berjudul Band of Brothers, sebuah film perang berperspektif humanistik dan sekaligus cerita yang kuat.

Setiap film yang berdasarkan kejadian nyata dalam sejarah kehidupan manusia, atau sejarah perjalanan sebuah bangsa, selalu memiliki satu versi atau sebuah perspektif tertentu. Oleh karenanya, semakin banyak film-film diproduksi berbasis sebuah peristiwa dalam sejarah kehidupan manusia maka akan semakin banyak versi dan perspektif yang dihadirkan. Untuk kita yang hidup di masa jauh setelah peristiwa sejarah tersebut akan mendapatkan lebih banyak versi dan perseptif, yang dengan sendirinya belajar lebih banyak dari apa yang telah terjadi. Sejarah memang disiplin dalam ilmu sosial agar kita dapat belajar di masa lalu untuk menjadi lebih baik dan lebih bijak dalam menerima perubahan. (cmk)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF