BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Kepala LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional)
Percaya Bumi Datar Karena Pengaruh Media

Kepercayaan pada Bumi yang datar menurut saya lebih dipengaruhi oleh media. Media tersebut bagi mereka dianggap meyakinkan.Di Youtube, misalnya, ada video berisi cuplikan-cuplikan yang ditempel yang diberi tambahan informasi untuk mendukung teori Bumi datar. Mereka yang percaya ini umumnya tidak paham fisikanya.

Mereka berargumen misalnya, laut kelihatan datar. Penjelasannya, karena lingkarannya besar sekali. Sebuah lingkaran yang amat besar akan terlihat seperti datar. Bumi kita yang memiliki diameter 6.300 km dilihat dari laut akan kelihatan datar.  Bahkan dilihat dari pesawat komersial paling tinggi pun, sekitar 12 km di atas permukaan laut, itupun masih kelihatan datar. Dengan kasat mata memang sulit melihat lengkung Bumi. Baru dengan menggunakan satelit yang lebih tinggi lagi kelengkungannya terlihat. Dengan satelit yang punya ketinggian 36 ribu km, baru seluruh bulatan Bumi kelihatan. Seperti saat dipotret oleh satelit cuaca, misalnya. 

Bukti bahwa Bumi bulat adalah gravitasi. Keberadaan gravitasi disebabkan oleh Bumi yang bulat. Bumi, demikian juga planet-planet, pada saat pembentukannya mengalami gravitasi diri yang menyebabkan benda-benda langit menjadi bulat. Benda-benda langit sanling menorbit mengitari juga karena gravitasi.   

Tapi bukti-bukti itu tak  cukup membuat pengikut Bumi datar percaya. Di sinilah kekuatan media. Media sangat mempengaruhi. Lalu, mereka diberi informasi yang keliru. Mereka menuduh foto-foto atau citra satelit yang sesungguhnya riil, disebut CGI (computer generated image, hasil olahan komputer). Mereka umumnya percaya pada teori konspirasi. Saya menyebut mereka anti sains. Penjelasan saintifik tidak bisa mereka terima. Penganut Bumi datar tidak percaya adanya satelit. Padahal Bumi bulat dan keberadaan satelit menunjukkan ada gravitasi. 

Kaum Bumi datar juga berpegang pada interpretasi lama di kitab suci. Khususnya yang beragama Islam memang ada beberapa ayat yang menyebutkan Bumi ini "dihamparkan-Nya". Makna "dihamparkan" di sini bukan seperti menghamparkan karpet yang berarti datar. Menghamparkan di sini bisa diartikan dalam konteks ilmiah sebagai lempeng benua, bukan dalam konteks Bumi yang datar. (ade)          

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF