BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pakar hukum Administrasi Negara
Perda Dulu Baru IMB

Menurut pendapat saya, saya sepakat, reklamasi (atau menyetop reklamasi) dan terbitnya IMB adalah dua hal yang berbeda. Menyetop reklamasi sudah dilakukan oleh Gubernur, nah penerbitan IMB "hanya" merupakan kelanjutan dari "hasil" reklamasi tersebut.

Sementara itu, dasar hukum penerbitan IMB tersebut tidak bisa hanya berdasarkan Pergub. Semua perizinan pada hakekatnya adalah menyangkut sesuatu yang dilarang (dikendalikan). Maka pengecualianya, dalam bentuk izin harus berdasarkan pendapat rakyat. Artinya harus ada peran DPRD dan bentuk hukumnya adalah Peraturan Daerah.

Menurut saya perda yang harus ada adalah Tata Ruang Pulau di Pantai Utara Jakarta.  Itu yang kemudian menjadi dasar keluarnya Izin atau IMB.

Terkait dengan nelayan, IMB Pulau tidak ada hubungannya dengan mereka. Hal ini karena nelayan tersebut tidak tinggal di Pulau. Hanya keberadaan pulau memang dapat menimbulkan dampak pada nelayan.

Terkait NJOP 15%, kalau skema Gubernur BTP atau Ahok berjalan, dengan kopensasi 15% yang ada di Raperda (yang kemudian dibatalkan), maka akan didapatkan sejumlah dana dari pengembang atau penghuni pulau. Dana tersebut salah satunya untuk kepentingan pembangunan tanggul Jakarta. Siapa yang diuntungkan? Tentunya masyarakat Jakarta.

Skema kompensasi tersebut sudah berjalan dalam pembangunan simpang susun Semanggi yang memanfaatkan dari dana kompensasi atas kelebihan koefisien luas bangunan (KLB). Siapa yang diuntungkan dengan simpang Susun Semanggi? Masyarakat Jakarta kan. (mkn)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Defiyan Cori, Dr.

Ekonom Konstitusi

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

Restrukturisasi, Reorganisasi untuk Efisiensi dan Efektivitas BUMN             Kembalikan Proses Pemilihan Pejabat BUMN kepada Spirit Reformasi             Tidak Pada Tempatnya Meragukan Data BPS             Harus Disadari, Ada Akar Masalah yang Tidak Diselesaikan             Sektor Konsumsi Harus Tetap Didorong             Data Angka Konsumsi dan Investasi Masih Menunjukkan Peningkatan             Rakyat Harus Diuntungkan dalam Jangka Pendek             Jangan Kejar Target Pembangunan Fisik Saja             Kemampuan Investasi dalam Menyerap Tenaga Kerja Semakin Rendah             Sektor UKM Masih Bisa Diandalkan