BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Guru Besar Univ. Prof. DR. Moestopo (Beragama)
Plagiat Bertentangan Dengan Asas Kepatutan

Tanpa harus ada peraturan atau tertulis dalam peraturan pun, tindakan plagiat jelas salah. Tindakan plagiat bertentangan dengan moral. Orang yang melakukan plagiat telah melanggar asas kepatutan.

Tindakan plagiat ini sama dengan mencuri hak orang lain. Sebenarnya tindakan plagiat bisa dicegah sedini mungkin mulai dari masa kanak-kanak. Sebagai contoh saat anak mau mengambil mainan temannya, orang tua melarang dengan kata-kata, "Jangan ya nak, nanti kita beli untuk kamu". Ini mengajarkan kepada anak untuk tidak mencuri apa yang dimiliki oleh orang lain. Dalam hal ini keluarga memiliki peran yang penting, dalam mencegah mental plagiat sedini mungkin.

Plagiat adalah tindakan mencuri hasil karya orang tanpa seizin pemilik karya ilmiah. Sama halnya dengan anak kecil yang mencuri mainan temannya. Secara teknis, sebenarnya tidak masalah jika orang yang hendak menggunakan karya orang lain memberitahukan dengan izin tertulis kepada si pemilik karya ilmiah tersebut atau menyertakan dikutip dari mana.

Dalam mengeluarkan karya ilmiah sendiri terdapat pergeseran peraturan. Sebelum tahun 2016 sinopsis atau karya ilmiah yang dibuat oleh seseorang, bisa juga digunakan oleh orang tersebut secara utuh sebagai artikel. Namun sekarang, sudah tidak diperkenankan lagi. Orang yang menggunakan hasil karyanya sendiri untuk membuat artikel, disebut sebagai auto-plagiat atau menjiplak hasil karyanya sendiri.

Tindakan plagiat juga harus dilawan. Salah satunya dengan revolusi mental yang dikumandangkan oleh bapak presiden kita, Joko Widodo. (ast)

 

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Zaman Zaini, Dr., M.Si.

Dosen pascasarjana Institut STIAMI, Direktur Sosial Ilmu Politik CPPS (Center for Public Policy Studies), Staf Khusus Bupati MURATARA Sumsel

YB. Suhartoko, Dr., SE., ME

Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Keuangan dan Perbankan Unika Atma Jaya Jakarta

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Pemerintah Daerah Harus Berada di Garda Terdepan             Tegakkan Aturan Jarak Pendirian Ritel Modern dengan Usaha Kecil Rakyat             Konsep Sudah Benar, Implementasinya Gagal             Tugas Terbesar Negara, Mencerdaskan Bangsa!             Indonesia Butuh Terobosan-terobosan Progresif Bidang SDM             Penekanan pada Memobilisasi Kapasitas Modal Manusia Lokal Secara Otentik             Meritokrasi vs Kabilisme             Kendalikan Harga Pangan untuk Menekan Inflasi             Utang Semakin Besar, Kemampuan Membiayai Pembangunan Berkurang             Perhatikan Belanja Non K/L yang Semakin Membesar