BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Politisi Partai Amanat Nasional, Aktivis 1998
Politik Adalah Seni Kemungkinan dan Banyak Kejutan

Politik adalah seni kemungkinan (the art of the possible). Kontestasi Pilpres 2019 bukanlah pertarungan capresnya, melainkan pertarungan cawapres. Karena kita sudah mengetahui siapa capres dalam pesta demokrasi lima tahunan mendatang. Gerindra, Demokrat, PAN dan PKS piawai dalam mewujudkan harmoni symponi orkestra yang mengejutkan semua pihak. 

Kejutan pertama mengeluarkan suara merdu ijtima ulama yang menghasilkan dua paket duet capres dan cawapres yaitu Prabowo-Segaf Salim Al Jufri dan Prabowo-Ustd. Abdul Somad. Hal ini membuat "galau" incumbent yang kerap kali berseberangan bahkan hubungannya cenderung meruncing dengan ulama dan umat Islam. Moeldoko dan Mahfud MD yang digadang-gadang sebagai cawapresnya Jokowi akhirnya harus pasrah menerima keputusan Jokowi untuk berduet dengan KH Ma'ruf Amin.

Kejutan kedua alunan keras symponi orkestra memecah keheningan, dengan cuitan Andi Arief yang seolah-olah kecewa karena AHY batal maju sebagai cawapres dan mengatakan bahwa Sandiaga Uno memberikan mahar kepada PAN dan PKS sebesar Rp500 milyar. Hal ini membuat kubu incumbent yakin bahwa Demokrat akan memberikan dukungannya kepada mereka. Padahal pertunjukan symponi orkestra belum selesai.

Kejutan ketiga dalam penutupan perhelatan pagelaran konser symponi orkestra koalisi Prabowo membuat penonton berdecak kagum saat Prabowo mendeklarasikan dirinya dan Sandiaga Uno maju dalam kontestasi Pilpres 2019 dan Demokrat bergabung dalam barisan koalisi Prabowo.

Rentetan peristiwa ini dapat menunjukkan bahwa perang strategi sudah dimulai pada saat menentukan siapa dan latar belakang cawapres yang menjadi kunci kemenangan dalam kontestasi 2019.

KH Ma'ruf Amin merupakan ulama besar dan tokoh NU yang sangat disegani, serta politisi senior yang pernah menduduki posisi-posisi penting di lembaga negara. Apalagi beliau merupakan putra asli Banten. Pada awal masa perkembangan Islam di pulau Jawa, Cirebon dan Banten merupakan bagian dari Kerajaan Pajajaran, yang pada akhirnya Banten dapat menguasai Jawa Barat dengan merebut Pakuan sebagai Ibukota Kerajaan Pajajaran. Dari sini kita dapat melihat bahwa koalisi Jokowi ingin menjadikan Banten dan Jawa Barat sebagai kunci kemenangannya dalam Pilpres 2019.

Pertunjukan symponi orkestra koalisi Prabowo nampaknya membuat koalisi Jokowi larut dan hanyut. Sandiaga Uno menjadi pilihan mendampingi Prabowo dengan hitungan yang matang. Persoalan utama di Indonesia bukanlah persoalan agama, tapi persoalan ekonomi yang makin memburuk. Kenaikan harga, hutang luar negeri yang membelenggu dan kenaikan harga diberbagai sektor kehidupan. Serta naiknya nilai tukar dolar terhadap rupiah membuat rakyat semakin jauh dari penghidupan yang layak.

Walaupun Sandiaga Uno bukan seorang ekonom, sebagai seorang pengusaha muda, Sandiaga Uno diharapkan bisa membangun iklim bisnis yang membangun kekuatan ekonomi rakyat yang tidak menghisap dan berpihak kepada rakyat. Selain itu Sandiaga Uno dan AHY mampu sebagai magnitude pemilih milineal yang mendambakan figur pemimpin muda yang mampu membawa kesejahteraan dan keadilan sosial bagi segenap tumpah darah Indonesia. (ast)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF