BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Politisi Hanura
Pragmatisme dan Logistik jadi Ideologi

Ideologi yang ditukar dengan transaksi tanpa memiliki komitmen menjadikan parpol cenderung pragmatis dengan menggadaikan kedaulatan rakyat. Ini menjadi ciri partai tertentu yang rela mengikuti apa saja yang dilakukan partai lain. Di kala partai lain berupaya agar kadernya berpasang-pasangan maju sebagai pasangana capres-cawapres, partai itu justru merelakan kursinya untuk partai yang berani memberikan mahar politik menjanjikan. Jadi harga diripun sudah tidak penting lagi.

Ciri-ciri seperti itu terlihat ketika Gerindra dengan perkasanya menentukan sendiri siapa cawapres-nya tanpa lagi memandang partai-partai pengusung lain-nya. Kita bisa lihat, pada akhirnya duet Gerindra diusung dalam pertarungan Pilpres 2019. Ada partai yang bereaksi, tapi akhirnya kita lihat, toh manut juga dan mengusung Prabowo-Sandi.

Patuh dan manutnya partai-partai tersebut bukan hanya pragmatis bagi-bagi jabatan di pemerintahan saja, tapi patut diduga ada logistik yang dibagikan. Karena kita tahu bahwa logistik Sandiaga Uno berlimpah dan cukup menggiurkan untuk dienyam oleh partai-partai pengusung yang memang lemah logistiknya. (ast)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF