BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)
Relaksasi Perpajakan Sebagai Pelampung

Untuk membantu perusahaan bertahan di tengah wabah virus Corona, dalam kurun waktu 6 bulan ke depan dicoba penghapusan pajak penghasilan (PPh), direlaksasi. Namun jika pemerintah mampu menangani wabah virus Corona ini dalam 3 bulan, relaksasi bisa dibatasi.

Masalahnya ada new Corona, virus Corona baru di China. Orang China yang bekerja di luar negeri, karena merasa sudah aman, lalu pulang ke China sehingga menyebarkan virus baru. Kalau ini terjadi akan cukup lama penanganannya.

Relaksasi dengan menghapuskan PPh jangan sampai menimbulkan moral hazard. Relaksasi diberikan kepada UMKM di bidang pariwisata. Jangan sampai diberikan kepada industri besar yang tidak terdampak virus Corona.

UMKM paling kuat menghadapi krisis sehingga perlu relaksasi perpajakan untuk mereka. Mereka bisa mengubah produksinya ke pemenuhan kebutuhan peralatan kesehatan. Di China, perusahaan teknologi ada yang berubah menjadi perusahaan yang memproduksi kebutuhan medis.

UMKM di Indonesia bisa meniru perusahaan di China dan pemerintah mendorong untuk mengubah produksi UMKM ke kebutuhan medis.

Saat lockdown tidak ada ojek online (Ojol) tapi mereka harus bekerja untuk membayar kredit kendaraan mereka. Pendapatan mereka turun 60 persen. Perlu insentif kredit. Dalam 3 bulan ke depan bisa diberikan insentif kepada Ojol. Relaksasi bisa menjadi pelampung dari pelemahan ekonomi saat ini.

Untuk industri padat karya, mereka perlu mendapatkan insentif fiskal agar mereka tidak kewalahan menghadapi kesulitan keuangan. Bagaimana mereka akan membayar THR karyawannya. (msw)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF