BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pegiat UMKM, Founder/ Ketua Umum Komunitas Eksporter Muda Indonesia (KEMI)
Saatnya Gotong Royong Nasional Untuk Go Ekspor!

Defisit perdagangan RI per April 2018 ini tidak terlalu membuat kaget, selain dinamika sebuah perdagangan bebas di era ekonomi digital ini, juga karena Indonesia belum bisa move on dari ekspor komoditas (raw material maupun setengah jadi) serta ekspor migas.

Selain itu kurangnya varian produk, minimnya jumlah pelaku ekspor serta minimnya industri olahan sumber daya alam sangat berpengaruh, termasuk ongkos logistik nasional.

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam potensial, namun Indonesia belum mengoptimalkan potensi tersebut menuju negara industri berbasis olahan pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan serta hasil bumi lainnya. Jika ini dioptimalkan, maka Indonesia akan mengikuti  jejak China dan India untuk menjadi negara super ekonomi.

Pelaku ekspor selama ini sebagian terjebak oleh kontrak jangka panjang ekspor komoditas dan hasil alam bernilai tambah kecil sekali. Untuk itu perlu adanya sebuah gebrakan dan sinergitas seluruh stakeholder di negeri ini untuk mengelola sumber daya alam kita mulai dari hulu sampai hilir.

Pemerintah juga perlu memperkuat sinergi dan kerjasama dengan berbagai komunitas atau organisasi  berbasis usaha yang konsen kepada pengembangan ekspor nasional. Karena setiap kebijakan dari pusat tidak akan bisa terealisasi kalau tidak ada implementasi di level teknis dan ke sumber database terbawah.

Pemerintah juga tidak boleh mengesampingkan peran UKM/IKM untuk menjadi pahlawan devisa  utama dalam beberapa tahun ke depan, karena sebenarnya potensi mereka sangat luar biasa untuk market global namun terkendala kapasitas produksi dan stimulus fiskal  yang kurang berpihak kepada mereka.

Di sinilah perlu keseriusan dan kebersinambungan kebijakan yang benar-benar turun ke bawah, mulai dari pemetaan sumber daya alam, sumber bahan baku, infrastruktur, industri pendukung, ataupun sampai ke pelaku usaha itu sendiri.

Selain memperbaiki sektor hulu (industri berbasis olahan), perlu untuk memperkuat market intelligent dan supply informasi pasar dari luar negeri untuk para pelaku ekspor dan IKM dalam negeri dengan memperbanyak ‘tim intel market’ yang bersinergi dari beberapa kantor-kantor perwakilan pemerintah Indonesia yang berada di luar negeri. Karena sumber data informasi pasar serta kecepatan akses dari luar negeri ke dalam negeri akan ikut mempercepat eksekusi pelaku ekspor dalam negeri.

KEMI (Komunitas Eksporter Muda Indonesia) dalam hal ini sudah mulai terlibat dalam ekspor nasional dengan cara mendorong para IKM dan UKM untuk berani go ekspor sesuai misi kami, yakni mencetak sekurangnya 1.000 pelaku ekspor setiap tahun dan meningkatkan olahan sumber daya alam menjadi produk jadi berorientasi ekspor, agar varian dan volume ekspor meningkat.

Semoga sinergitas dan pola gotong royong nasional seluruh stake holder negeri ini akan menjadi awal kebangkitan ekonomi Indonesia menuju Indonesia maju 2030. (pso)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF