BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pekerja dan penggemar film, rutin menulis ulasan film di medsosnya
Sekoper Beban Berat Black Panther

Sebagai superhero Marvel yang pertama dari Afrika, Black Panther membawa sekoper beban harapan yang berat. Yang terberat dari harapan itu berkaitan dengan isu representasi atau keterwakilan. Banyak orang memandang Black Panther sebagai penyelamat. 

Di zaman ketika peran-peran non-kulit putih dimainkan aktor kulit putih jadi perbincangan hangat (ingat, Ghost in the Shellred), kini saatnya kaum minoritas dijadikan bintang utamanya. Di filmnya sendiri mereka tak hanya mengisi karakter protagonis, namun juga karakter penjahat tragis, yang rasanya layak disebut (salah satu) bagian terbaik persembahan Marvel sejauh ini.   

(Sutradara) Ryan Coogler angkat nama sebagai sineas berbakat dengan kejelian mengisahkan cerita multi-plot. Setelah dua karyanya yang luar biasa, Fruitvale Station dan Creed, dia kembali dan sekali lagi membuktikan bahwa ia sutradara muda paling berbakat saat ini. 

Menurut saya film ini tak semata dibuat Disney untuk kepentingan ekonomi. Mungkin lebih pas sebagai kejelian mereka membaca pasar dan juga dengan mandat Marvel untuk selalu membuat sesuatu yang baru dengan karakter-karakternya. Black Panther adalah salah satu tokoh Marvel yang paling relevan saat ini. Dan juga, sebelum diumumkan film ini akan dibuat tahun 2014 lalu, ia film yang paling di-request oleh fans Marvel selain Doctor Strange. Jadi dari ‘survey’ tersebut mungkin Marvel makin pede memproduksi Black Panther

Dengan berjalannya waktu dan berhasil digaetnya Ryan Coogler, maka relevansi Black Panther hadir di masa pemerintahan Trump di AS makin terasa. Ingat, untuk Black Panther, sebelumnya Marvel bernegosiasi juga dengan (sutradara perempuan kulit hitam, pembuat Selma--red) Ava DuVernay yang selalu membuat film sarat pesan moral, tapi sayangnya gagal. 

Black Panther tidak hanya bicara tentang pahlawan super, tapi juga bicara tentang isu rasisme, kolonialisme, kesukuan, dan debat yang tak kunjung habis soal modernisme versus tradisionalisme. Filmnya begitu padat hingga terasa penuh dan jelas sekali inilah film Marvel dengan tema paling berat hingga saat ini. (ade)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF