BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Sosiolog Institute Pertanian Bogor (IPB)
Sektor UKM Masih Bisa Diandalkan

Menurut saya, lapangan kerja dan kesempatan kerja nasional masih secara dominan disediakan oleh sektor UKM di pedesaan. Dalam hal ini, lapangan kerja dan kesempatan kerja disediakan oleh aneka usaha kecil-menengah, termasuk industri rumah tangga, industri kecil berorientasi pasar lokal, usaha dagang skala kecil-menengah, hingga bisnis pertanian skala kecil-menengah, dan usaha jasa skala kecil-menengah yang melayani pasar dalam negeri. Penyedia lapangan kerja nasional juga ditandai oleh masih pentingnya ekonomi sektor informal (kaki-lima, usaha dagang warung, dan perdagangan skala kecil-menengah, serta jasa-jasa kecil) di perkotaan. 

Sektor UKM dan sektor informal, biasanya diisi oleh mereka yang berpendidikan rendah-menengah, dalam arti jarang (sebagian kecil saja) dihuni oleh lulusan universitas. Sebagian besar mereka yang bekerja di kedua sektor tersebut berpendidikan dasar hingga menengah atas (SD-SLTA).

Bila melihat fakta bahwa UKM dan sektor Informal baik di pedesaan maupun perkotaan adalah penyedia penting lapangan kerja dan kesempatan kerja nasional, maka pemerintah harus memberikan perhatian khusus pada kedua sektor ini. Apakah selama ini, perhatian pemerintah sudah memadai? Jawabannya ya. Tetapi, ke depan harus lebih ditajamkan lagi demi untuk mengangkat derajat kesejateraan mereka. 

Skema bisnis berbasis digital seperti yang telah dilakukan oleh banyak bisnis start-up, diharapkan bisa mem-boost (mendorong cepat) pertumbuhan ekonomi mereka.

Secara makro, sektor UKM dan Sektor Informal (dalam wajahnya yang tampil hari ini) perlu diubah oleh kebijakan yang berskala nasional. Sebagaimana kita pahami bersama, sektor UKM dan sektor informal saat ini berkesan sebagai: kumuh, marjinal-dan-under dog terhadap bisnis besar, unit-unit bisnisnya menghadapi masalah klasik kurang-modal, lemah manajemen, lemah skill, terbatas jejaring bisnisnya, life-expectancy-business yang pendek, dan menghadapi vulnerability-economy yang tinggi. Semua karakteristik UKM dan Sektor Informal yang seperti itu perlu pertolongan kebijakan nasional untuk menghapuskannya.

Jadi, memang tak mudah membenahi UKM dan sektor informal. Tetapi, bila pemerintah serius, maka semua bisa kita lakukan. Goal-nya adalah (kelak) kita memiliki sektor UKM dan bisnis skala kecil-menengah yang tidak saja legal, diakui, tetapi juga kuat, resilient (lenting), memiliki jaringan bisnis yang kuat, menampilkan behavior dalam berbisnis yang profesional (semestinya bisnisnya bersertifikasi atau terakreditasi oleh aneka standar bisnis) dan punya jaringan tidak hanya lokal semata. (pso)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

Salamudin Daeng

Anggota Institute Sukarno for Leadership Universitas Bung Karno (UBK)

FOLLOW US

Aturan Timbulkan Administration Cost, Beban Bagi UMKM                Pelaku Bisnis E-commerce Tak Perlu Berbadan Hukum             Hambat Usaha Kecil Naik Kelas             Investor Tak Terpengaruh Prediksi Ekonomi RI             Moody’s Tak Tahu Jeroan Indonesia             Ada  Gap, Ada Ketimpangan             Prioritas Utama Tingkatkan Pertumbuhan             Dana Desa Berhadapan dengan Kejahatan Sistemik             Pembangunan Desa Tidak Bisa Berdiri Sendiri             Harus Disadari, Korupsi akan Mengikuti Kemana Uang Mengalir