BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Manager, Climate Reality Indonesia
Seni Instalasi Bisa Jadi Solusi Limbah Plastik

Kini banyak pekerja seni yang berkolaborasi dengan ilmuwan di berbagai bidang menggunakan imajinasi dan keindahan seni untuk meningkatkan kepedulian dan mencari solusi masalah lingkungan hidup.

Instalasi seni raksasa yang menggunakan limbah plastik telah terbukti dapat menumbuhkan rasa ingin tahu dan mendorong dialog tentang pencemaran plastik dan cara mengatasinya.

Secara global faktanya cukup mengerikan. Setiap tahunnya sebanyak 8 juta ton plastik mengalir ke lautan, dan setiap tahun juga satu juta burung-burung dan 100 ribu mamalia laut mati terjerat plastik.

Instalasi seni raksasa dapat membangkitkan emosi, serta membahasakan kembali informasi ilmiah yang sulit menjadi mudah untuk dipahami. Yang lebih penting lagi adalah mendokumentasikan karya seni yang dibuat, menyusun pedoman aksi, dan mengajak berbagai komunitas, termasuk pejabat pemerintah dan pengusaha, untuk bersama menikmati karya seni tersebut serta mencari dan menerapkan solusi pencemaran plastik. (cmk)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

M. Rizal Taufikurahman, Dr.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-1)             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-2)             Perlu Revisi Undang-Undang dan Peningkatan SDM Perikanan di Daerah             Antisipasi Lewat Bauran Kebijakan Fiskal – Moneter             Perkuat Industri Karet, Furnitur, Elektronik Hadapi Resesi             Skala Krisis Mendatang Lebih Besar dari 1998