BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Anggot DPR Fraksi Golkar
Stimulus Jangan Diumbar, Ini Baru Permulaan Wabah

Apa yang terjadi saat ini baru gejala awal dan reaksi kita tidak boleh meniadi seolah-olah sudah di puncak krisis. Oleh karena itu harus hati-hati mengeluarkan stimulus. Jika menggunakan ukuran siklus jam, apa yang terjadi di China sudah di jam 4 sore, sementara Indonesia baru jam 7-8 pagi.

Stimulus yang dilakukan pemerintah tidak diberikan pada saat di awal yang masih menjadi indikasi, belum mencapai puncaknya. Pada titik puncak wabah virus Corona nanti rakyat tidak lagi membeli pangan tetapi diberikan oleh pemerintah.

Demikian juga dengan kebijakan di sektor keuangan. Sudah banyak kebijakan yang dikeluarkan seperti short selling dan buy back untuk menahan kejatuhan rupiah dan indeks harga saham gabungan, bahkan dengan penghentian perdagangan. Tetapi kebijakan apa yang akan diambil jika krisis mencapai puncaknya. Pada saat jam 12 siang nanti, saat wabah virus Corona mencapai puncaknya, apakah masih akan menghentikan perdagangan?

BPJS Ketenagakerjaan sudah diminta untuk memborong saham, tapi apakah ini sudah sampai batas bawahnya. Begitu juga BI yang melakukan intervensi saat rupiah turun, apakah sudah mencapai titik terendahnya. Jangan sampai seperti AS yang mengeluarkan 700 miliar dolar AS untuk menahah  kejatuhan indeks Dow Jones tetapi hasilnya hanya sesaat saja.

Ketersediaan pangan juga akan menjadi masalah karena pabrikan yang memproduksi berhenti beroperasi. Tidak ada pekerja yang masuk. Ini tantangan kemanusiaan. Pemerintah harus menyusun the worst scenario. Diharapkan tampil kepemimpinan nasional yang bersifat leadership, karena situasinya akan lebih sulit.

Polisi sudah melarang orang-orang berkumpul di pusat keramaian, maka semuanya akan selesai, tidak ada yang berdagang. Ketika orang tidak mempunyai penghasilan seperti para pedagang, bagaimana mengatasi kebutuhan hidupnya. Korporasi juga tidak memiliki uang, bagaimana menggaji karyawannya.  Belum lagi ketika wabah sudah hilang, bagaimana perusahaan memproduksi lagi dan kapan mulainya.

Pemerintah harus melihat serpihan—serpihan uang negara yang masih ada di pos-pos lain yang bisa dimanfaatkan untuk bantuan sosial. Negara harus hadir untuk mereka. Siapkan bank pangan di masing-masing RT. Apalagi rapid test virus Corona mulai dibagikan sehingga akan banyak yang terbukti positif terkena virus Corona. Hal ini membutuhkan kepemimpinan yang assurance bahwa negara hadir dalam situasi paling sulit untuk rakyat. Indonesia juga harus mulai membuka pintu masuk untuk bantuan internasional. Di samping itu Presiden harus mengeluarkan Perppu PPh untuk menurunkan PPh menjadi 20 persen dan PPN 7,5-8 persen agar tetap menarik untuk bisnis.

Wabah virus Corona ini akan panjang ceritanya dan akan dicatatkan dalam buku sejarah yang akan datang. Sejarah akan mencatat siapa memberikan kontribusi apa dan bagaimana mengatasi kondisi saata ini. Social distancing hanya satu cara saja dalam mengatasi wabah virus Corona.

Saat ini merupakan awal dari wabah virus Corona. Situasi sulit belum dilalui. Situasi sulit akan kita masuki pada bulan puasa dimana orang tidak boleh salat tarawih, tidak boleh pulang kampung dan di saat menghadapi masa panen, akan diuji kemampuan daya beli masyarakat pada saat itu. (msw)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Budi Arie Setiadi

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia

Edgar Ekaputra

Pakar Industri Keuangan dan Ekonomi, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI

Lia KIan, Dr.

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila