BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Pengamat Terorisme
Teroris Selalu Menghindari Bertemu Korbannya

Silaturahmi Kebangsaan NKRI merupakan upaya rekonsiliasi yang perlu diapresiasi, walaupun tidak memberikan jaminan bahwa Indonesia akan bebas dari terorisme. Harapan saya, pelaku dan korban benar-benar bisa saling memaafkan satu sama lain. Tapi kita harus menghargai kalau para korban belum bisa memaafkan mantan teroris, mungkin karena masih trauma atau pun mereka belum menerima penderitaannya akibat aksi terorisme.

Bagi mantan narapidana, diperlihatkan korban dihadapan mereka sebenarnya sudah membuat mereka sangat sadar. Karena yang paling ditakuti teroris itu bertemu korban, sebab dia harus melihat akibat dari karyanya sendiri. Apalagi kalau harus melihat korbannya yang cacat, kejiwaannya pasti terguncang, dan sadar bahwa perbuatannya telah merugikan banyak orang.

Mestinya mereka memiliki kesempatan untuk saling dialog, agar sisi kemanusiaan masing-masing semakin tergugah. Terutama bagi pelaku, agar benar-benar menyesal dan tidak mau lagi melakukan tindakan terorisme. Sehingga deradikalisasi benar-benar terwujud.

Sebab sampai sekarang upaya deradikalisasi ini belum tercapai dengan baik, sehingga pemerintah harus memikirkan segala strategi supaya deradikalisasi itu berhasil.  Misalnya memastikan mantan narapidana tidak berkomunikasi lagi dengan teman-teman lamanya. Karena kalau berhubungan kembali pasti akan mengacaukan upaya deradikalisasi.

Mereka harus berkenalan dengan orang baru, bergaul dengan suku dan agama yang bebeda. Politik akulturasi semacam itulah salah satu solusi untuk mengembalikan mereka kepada masyarakat. Bahkan akan memungkinkan pelaku dan korban bisa berdampingan tanpa saling mencurigai. (mry)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)