BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Director Innovation Center AMIKOM dan Direktur inkubator AMIKOM Business Park Yogyakarta
UKM Fokus pada Keunggulan Kompetitif Produk

Marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak dan lainnya diakui berperan besar dalam membantu pengembangan bisnis skala UKM terutama dalam membantu penetrasi pasar.

Banyak kemudahan yang ditawarkan oleh platform tersebut seperti layanan promosi gratis dari penyedia, rekening bersama, harga sewa toko virtual yang murah, jangkauan pembeli yang luas dan bebas dari biaya pengembangan web dan pemeliharaannya. Walaupun demikian kemudahan marketplace sebetulnya lebih sesuai untuk pedagang, bukan untuk entrepreneur.

Mengapa demikian? Karena disamping kemudahan tersebut market place mempunyai banyak kekurangan sehingga UKM atau startup lokal sebaiknya mulai mempertimbangkan lagi untung ruginya menjual produknya di marketplace.

Merujuk pada artikel di Techninasia edisi 16 Oktober 2018 berjudul “Tiga Alasan Mengapa Entrepreneur Harus Meninggalkan Marketplace Online”setidak ada tiga alasan pebinis pemula mengkaji ulang manfaat marketplace sebagai sarana memasarkan produknya.

Alasan pertama, Perbedaan harga sangat tajam antara produk yang sejenis. Produk yang sama misalnya casing HP harganya bervariasi dari puluhan ribu sampai dengan ratusan ribu sehingga kompetisi tidak berjalan secara fair.

Perbedaan harga ini disebabkan produk impor menjual harga produk dengan harga yang sangat rendah karena dukungan pemerintah mereka yang sangat kuat dan skala produksinya yang jauh lebih besar dari pemain lokal.

Jika produk yang dijual bukan merupakan produk unik, pemasaran melalui marketplace justru akan memasukkan produk milik startup dalam kompetisi harga yang lebih sengit. Jika hal ini diteruskan maka akan mengakibatkan penurunan pada margin produk.

Alasan kedua, Startup yang memasarkan produknya lewat marketplace tidak akan pernah berhubungan langsung dengan pelanggan. Sehingga profil pelanggan tidak dipahami oleh mereka, padahal untuk menyusun strategi jangka panjang informasi profil pelanggan sangat di butuhkan.

Apalagi di era saat ini, data analisis sangat menentukan kemenangan kompetisi bisnis.

Alasan ketiga, Bagi pebisnis pemula mungkin sesuai memasarkan produknya lewat marketplace karena banyak fitur yang memudahkan mereka menjangkau pelanggan lebih luas.

Akan tetapi bagi pelaku bisnis yang mulai perlu pengembangan usaha maka marketplace mempunyai banyak hambatan antara lain poin-poin yang telah disebutkan di dua alasan diatas.

Selain itu media pemasaran digital saat ini, marketplace bukan satu-satunya sarana, masih banyak alternatif lain. Tersedia banyak platform media sosial yang bisa digunakan untuk pemasaran, sehingga UKM tidak harus tergantung hanya pada platform marketplace saja.

Salah satunya yang cukup powerfull untuk menjangkau pelanggan adalah Instagram. Menurut statistik ada 1.1 miliar pengguna Instagram setiap bulan.

Dari 1 miliar pengguna aktif Instagram bulanan, 500 juta pengguna aktif harian. Hanya 12 persen pengguna Instagram di Amerika serikat. Sisanya tersebar diseluruh dunia.

Peluang UKM untuk menjangkau customer global lebih besar dibanding marketplace lokal karena pengguna global tentu saja lebih familiar dengan Instagram dibanding tokopedia.

Pengguna aktif Instagram di Indonesia mencapai 62 juta orang. Peluang ini jika bisa dimanfaatkan dengan baik bisa menjadi media pemasaran utama bagi UKM. Pengguna Instagram mayoritas berusia muda dibawah 71 persen.

34 persen pengguna Instagram adalah kaum milenial. Pelanggan berusia muda ini merupakan pasar potensial karena mereka menyukai berintekrasi dengan mediasosial dan mempunyai uang.

Banyak UKM yang memproduksi fashion dengan sasaran anak muda menggunakan Instagram sebagai media promosi dan transaksi, misalnya Hijacksandal dan Elhaus.

Mereka mengkombinasikan instagram dengan website situs jual beli online mereka sendiri untuk proses pemesanan dan pembayaran juga menggunakan platform media sosial lainnya seperti Youtube untuk menvisualisasi nilai keunikan dan keunggulan serta fitur produk mereka. Sehingga menurut saya startup dan UKM tidak perlu terlalu kuatir dengan hegemoni raksasa marketplace karena masih banyak tersedia alternatif media lain yang tidak kalah efektif. Yang lebih penting justru bagaimana startup dan UKM mampu menyakinkan pelanggan bahwa produk mereka mempunyai keunggulan kompetitif dalam memberikan solusi kepada pelanggan dibanding produk lain.

Dukungan pemerintah berupa regulasi dan kebijakan proteksi atau insentif pajak misalnya, tentu saja diharapkan untuk lebih menguatkan posisi produsen lokal akan tetapi bukan menjadi satu-satunya faktor untuk mampu bersaing dengan produsen impor. (pso)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Zaman Zaini, Dr., M.Si.

Dosen pascasarjana Institut STIAMI, Direktur Sosial Ilmu Politik CPPS (Center for Public Policy Studies), Staf Khusus Bupati MURATARA Sumsel

YB. Suhartoko, Dr., SE., ME

Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Keuangan dan Perbankan Unika Atma Jaya Jakarta

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Pemerintah Daerah Harus Berada di Garda Terdepan             Tegakkan Aturan Jarak Pendirian Ritel Modern dengan Usaha Kecil Rakyat             Konsep Sudah Benar, Implementasinya Gagal             Tugas Terbesar Negara, Mencerdaskan Bangsa!             Indonesia Butuh Terobosan-terobosan Progresif Bidang SDM             Penekanan pada Memobilisasi Kapasitas Modal Manusia Lokal Secara Otentik             Meritokrasi vs Kabilisme             Kendalikan Harga Pangan untuk Menekan Inflasi             Utang Semakin Besar, Kemampuan Membiayai Pembangunan Berkurang             Perhatikan Belanja Non K/L yang Semakin Membesar