• Rabu, 10 Agustus 2022

Statemen Ketum PSI Menggiring Anies Ke Istana

- Jumat, 24 Desember 2021 | 14:05 WIB
Sumber Foto:  tribunnews.com
Sumber Foto: tribunnews.com

Ramai! Statemen Giring Ganesha saat pidato di depan Jokowi. Di hari ultah PSI ke-7 itu, Giring Ganesha bilang: Indonesia jangan dipimpin oleh pembohong pecatan Jokowi. Publik paham, yang disasar Giring adalah Anies Baswedan.

Sontak, semua pendukung Anies marah. Giring Ganesha balik diserang dan dikecam. Masif sekali. Tidak hanya para pendukung Anies, mereka yang berada di luar arena dukung mendukung pun ikut menyayangkan pernyataan Giring. Meminta agar Giring Ganesha sebagai politisi lebih memperhatikan kualitas. Statemen ketua mesti berkelas.

Memang, Statemen Giring Ganesha oleh banyak pihak dianggap tidak berkelas. Statemen seperti ini, mestinya tidak keluar dari seorang ketua umum partai. Bukan kelasnya. Kalau yang bicara kader tingkat kelurahan yang gak lulus SMP dan gak ngerti apa-apa, publik akan bisa memakluminya. Tapi, jika itu dinyatakan oleh plt ketua umum partai, memang terkesan sangat tidak berkelas. Kata sekretaris PPP DKI, "mungkin karena dia biasa nyanyi". 

Kalau kita menggunakan standar kelas dan etika sosial dalam membaca Statemen Giring Ganesha, memang sangat memprihatinkan. Tapi, jika kita membaca pernyataan Giring Ganesha itu sebagai bagian dari strategi politik PSI, maka tak perlu ada yang dirisaukan.

Pernyataan Giring Ganesha semacam ini, itu sudah kesekian kali dari runutan banyak pernyataan dari para kader PSI. Jangan bicara data dan fakta, karena itu bukan sesuatu yang menjadi pertimbangan.

PSI memastikan posisinya sebagai oposisi Anies Baswedan. Kenapa tidak oposisi Jokowi? PSI tidak punya anggota DPR RI. Tidak punya anggota legislatif di pusat.

Selain ada faktor lain, yang tentu anda sudah pada tahu tentang "Man behind the gun". 

Di sisi lain, PSI harus memiliki eksistensi yang tersosialisasi ke publik. Artinya, publik harus tahu kalau PSI itu masih ada. Ini taruhan untuk masa depan elektabilitas dan PSI itu sendiri sebagai partai yang ingin menjadi peserta pemilu 2024.

Strategi yang dipilih oleh PSI adalah menjadi oposisi Anies Baswedan. Maka, menyerang Anies ini gak ada hubungan dengan perasaan "like or dislike". Tapi, ini "mungkin" hanya soal strategi. Kalau ada keterlibatan perasaan, itu hanya efek sampingan.

Halaman:

Editor: Admin

Terkini

Pertumbuhan Negeri Khayal dan Ilusi Deflator

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 13:30 WIB

Tambang Kehancuran

Jumat, 11 Februari 2022 | 07:00 WIB

BRI Kendari Kucurkan KUR Usaha Ikan Asap

Rabu, 9 Februari 2022 | 18:15 WIB

Siapa Pasangan Ideal Anies?

Rabu, 9 Februari 2022 | 10:30 WIB

Dari Demokrasi Elite ke Demokrasi Akar Rumput

Senin, 7 Februari 2022 | 17:35 WIB

Berebut Anies Baswedan

Kamis, 3 Februari 2022 | 11:10 WIB

Terlempar Dari PBNU, Akankah Suara PKB Gembos?

Rabu, 2 Februari 2022 | 09:30 WIB

Anies Menguat, Semua Merapat

Senin, 31 Januari 2022 | 21:00 WIB

Indonesia Akan Dikepung Relawan Anies

Kamis, 27 Januari 2022 | 13:10 WIB

Mampukah PKS Menjadi Partai Papan Atas?

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:05 WIB

Spiderman dan Lapang Merdeka Kota Sukabumi

Senin, 24 Januari 2022 | 13:45 WIB

Gravitasi Versus Gratifikasi

Senin, 24 Januari 2022 | 10:15 WIB

Manuver Cawapres Tak Kalah Gesit Dengan Capres

Selasa, 18 Januari 2022 | 09:15 WIB

Prabowo Gagal Nyapres, Gerindra Nyungsep

Senin, 17 Januari 2022 | 10:15 WIB
X