• Selasa, 9 Agustus 2022

Rizal Ramli Siaga Nyapres

- Rabu, 29 Desember 2021 | 16:45 WIB
Sumber Foto : Dok. Sindonews.com
Sumber Foto : Dok. Sindonews.com

Gak bisa diam! Itulah Rizal Ramli. RR, biasa Rizal Ramli dipanggil, selalu bicara paling depan jika ada ketidakberesan.

Mirip Refly Harun, sudah dikasih posisi komisaris, masih teriak lantang dan mengkritisi pemerintah. Bedanya, Refly suaranya lebih soft, meski akhir-akhir ini agak sedikit tinggi volumenya. Kalau RR, dari orok memang lantang.

Bicara RR, memang gak ada takutnya. Siapapun yang gak beres, dia kepret. Jurus "kepret" jadi ciri khasnya. Publik mengenal RR sebagai tukang kepret.

Cerdas, berani, lantang dan punya pengalaman. Itulah Rizal Ramli, mantan menteri Gus Dur dan Jokowi.

Rizal juga dibully, tapi gak terlalu masif. Kenapa? Pertama, suaranya lebih lantang dari yang ngebully. Gak peduli dia, main hajar aja. RR bisa lebih galak. Kedua, kurang begitu diperhitungkan dari sisi politik, mungkin karena bukan militer, bukan orang partai dan belum jadi ancaman politik. Artinya, potensi nyalon presiden RR oleh banyak pihak belum dianggap serius.

Nah, potensi ini yang sekarang sedang dipupuk oleh RR dengan mendeklarasikan diri jadi capres 2024. Sembari memperjuangkan Presidential Threshold (PT) 0 persen, deklarasi ini juga akan menjadi upaya untuk menaikkan popularitas dan elektabilitas. RR ingin kasih tahu rakyat, bahwa dia akan nyapres. Ini bentuk keseriusan yang vulgar dari RR yang diajukan sebagai proposal kepada rakyat. 

Hai rakyat, aku nyapres. Ini serius! Begitu kira-kira kumandang adzan Rizal Ramli. 

Soal integritas, RR gak diragukan. Soal kemampuan, prestasinya terbukti ketika menjadi kabulog dan menteri. Soal pengalaman, sebagai aktifis dan pejabat, sudah dilakoninya. Jaringan? RR alumni dan aktifis ITB, juga jebolan universitas luar negeri. Bahasa inggrisnya, gak perlu diragukan.

Satu hal jadi PR bagi Rizal Ramli, yaitu elektabilitas. Perlu Rizal Ramli ketahui bahwa pemilih di Indonesia itu berbasis emosi. Like and dsilike. Lebih dominan menggunakan perasaan. Siapa yang bisa menyentuh perasaan publik, dia berpeluang untuk dipilih.

Halaman:

Editor: Admin

Terkini

Pertumbuhan Negeri Khayal dan Ilusi Deflator

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 13:30 WIB

Tambang Kehancuran

Jumat, 11 Februari 2022 | 07:00 WIB

BRI Kendari Kucurkan KUR Usaha Ikan Asap

Rabu, 9 Februari 2022 | 18:15 WIB

Siapa Pasangan Ideal Anies?

Rabu, 9 Februari 2022 | 10:30 WIB

Dari Demokrasi Elite ke Demokrasi Akar Rumput

Senin, 7 Februari 2022 | 17:35 WIB

Berebut Anies Baswedan

Kamis, 3 Februari 2022 | 11:10 WIB

Terlempar Dari PBNU, Akankah Suara PKB Gembos?

Rabu, 2 Februari 2022 | 09:30 WIB

Anies Menguat, Semua Merapat

Senin, 31 Januari 2022 | 21:00 WIB

Indonesia Akan Dikepung Relawan Anies

Kamis, 27 Januari 2022 | 13:10 WIB

Mampukah PKS Menjadi Partai Papan Atas?

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:05 WIB

Spiderman dan Lapang Merdeka Kota Sukabumi

Senin, 24 Januari 2022 | 13:45 WIB

Gravitasi Versus Gratifikasi

Senin, 24 Januari 2022 | 10:15 WIB

Manuver Cawapres Tak Kalah Gesit Dengan Capres

Selasa, 18 Januari 2022 | 09:15 WIB

Prabowo Gagal Nyapres, Gerindra Nyungsep

Senin, 17 Januari 2022 | 10:15 WIB
X